Irwan Akib Ungkap Makna Harta dalam Islam

Suara Muhammadiyah

4 March 2025

1258
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Senin (3/3) setelah berbuka puasa dan shalat Isya,  Masjid Islamic Center UAD kembali hadir dalam programnya yaitu Ceramah Tarawih yang dilakukan sebelum shalat tarawih berjamaah. Dalam kesempatan kali ini, malam ke-4 diisi oleh Prof. Dr. Irwan Akib, M,Pd. Selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Kebudayaan & Olahraga.

Irwan mengingatkan kembali kepada para jamaah bahwa sebelum Ramadhan ini ada beberapa peristiwa yang membuat masyarakat terkejut, yaitu salah satunya korupsi pertamina yang jumlahnya sampai triliun rupiah. Kemudian peristiwa antam yang dikorupsi sekian miliar. Semuanya dari perut bumi Indonesia yang sesungguhnya menjadi hajatnya orang banyak.

“Dua peristiwa ini atau yang sebelumnya, itu digambarkan oleh Allah swt dalam surat al-Humazah. anak cucu Adam memiliki kecenderungan untuk menumpuk harta, punya kecenderungan untuk menghitung-hitung hartanya,” terangnya. 

“Mereka menganggap bahwa dengan harta yang sekian banyak itu justru akan menyelamatkan dirinya, padahal itu tidak akan menyelamatkan dirinya, bahkan sebaliknya, akan menjerumuskan dirinya kepada dalam kesesatan. Pada ayat yang lain disebutkan bahwa di dalam harta seseorang itu ada hak orang miskin,” jelas Irwan.

Dua kasus ini yang tersangka bukan orang miskin atau tidak punya, bahkan dalam berita bahwa dia memiliki penghasilan sebulan sudah 4 miliar, dan itu tidak cukup. Bukan persoalan kebutuhan tapi sesuai firman Allah bahwa itu untuk menumpuk harta, yang berpikir bahwa itu akan menyelematkan dirinya, padahal itu sebaliknya.

“Di dalam harta kita ada haknya orang miskin, belum cara memperolehnya, belum tau berapa banyak mengeluarkan infaknya, kalaupun mereka mengeluarkan infak, kalaupun banyak infak tentu tidak akan manfaat karena cara memperolehnya saja tidak benar,” tuturnya. 

Irwan mengingatkan pesan dari KH Ahmad Dahlan berkaitan dengan harta, mengatakan bahwa carilah harta sebanyak mungkin,  dengan cara yang halal dengan cara yang benar, gunakan seperlunya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, selebihnya berikan di jalan Allah SWT.

“Kita mengingat apa yang kita baca dalam bukunya KH Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah berkaitan dengan harga, beliau sampaikan carilah harta dengan benar, gunakan seperlunya pribadi dan keluarga, sisanya menginfakkan di jalan Allah.” terangnya

Di dalam harta ada haknya orang muslim, jika mencermati ayat Allah khususnya infak dan sedekah. Menunjukkan bahwa orang Islam dituntut dalam 2 hal yaitu kepentingan pribadi dan sosial.  Seperti kisah KH. Ahmad Dahlan dalam pengamalannya surat al-Maun, bukan hanya persoalan komunikasi tetapi juga dengan teori al-Maun dapat membangun sekolah, rumah sakit dll.  

“Ini yang ditekankan oleh KH Ahmad Dahlan bagaimana menghadirkan diri kita dalam melaksanakan ibadah untuk kepentingan pribadi dan sosial. Itu yang disering ilmu amaliyah (Ilmu yang kia miliki itu diamalkan) dan amal ilmiyah (amalan berdasarkan ilmu). Kalau umat Islam mengetahui pentingnya infak dan zakat maka itu akan membawa kesejahteraan sosial,” pungkasnya. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Sharing Alumni Statistika ITESA Muhammadiyah Semarang  SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Ma....

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

Berita

Unismuh Makassar Tuan Rumah dan Dorong Kolaborasi MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas ....

Suara Muhammadiyah

20 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Memasuki hari ketiga, Kamis, 23 Oktober 2025, rangkaian upaca....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Metro sukses adakan M....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Berita

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menanamkan pemahaman mendalam tentang rukun Islam ....

Suara Muhammadiyah

5 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah