Isu Super Flu Mengemuka, Ini Pesan Menkes dan Ketum Muhammadiyah

Publish

8 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
608
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Masyarakat Indonesia saat ini tengah dikejutkan dengan munculnya Super Flu (virus influenza A (H3N2) subclade K. Merespons hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi, virus ini bukan merupakan virus baru seperti Covid-19, namun pada dasarnya hanya flu biasa.

“Dia bukan virus baru kayak Covid-19,” beber Menkes di sela-sela launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Menkes Budi menjelaskan, virus itu nama populernya adalah Influenza A. “Ini ada varian K,” tuturnya.

Menurutnya, Influenza A (H3N2) sudah lama beredar. Dan sampai sekarang, tidak menimbulkan dampak serius. “Jadi sampai sekarang tidak ada yang meninggal (karena virus ini),” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Menkes Budi meminta masyarakat tidak panik dengan kemunculan virus ini. Namun, di satu sisi, juga tetap waspada seraya menjaga kesehatan secara saksama.

“Bukan suatu yang benar-benar mengerikan,” tegas Menkes Budi.

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Serupa itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tenang dalam merespons munculnya virus tersebut. Dengan pengalaman menghadapi Covid-19, menjadi modal dalam menyikapi kejadian ini.

"Kita punya pengalaman menghadapi Covid-19 yang sangat berat. Yang paling penting adalah sikap preventif harus ditingkatkan dan budaya sehat masyarakat harus ditingkatkan," terangnya.

Lebih-lebih posisi Indonesia berada di wilayah tropis. “Yang sering bersahabat dengan flu. Saya yakin imunitas yang harus ditingkatkan di masyarakat,” sebut Haedar.

Dalam konteks kehidupan sosial, Haedar berpesan agar kemunculan virus ini tidak dibangun persepsi panik dan berlebihan secara melampaui. “Nanti bisa menjadi kisruh, tidak rasional dalam menghadapinya,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Masih dalam rangkaian Milad ke-57, Sekolah Hafidz Qur'an SD Muha....

Suara Muhammadiyah

1 February 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Rasa penuh syukur atas bertambahnya usia SMP Muhammadiyah Plus Gunung....

Suara Muhammadiyah

26 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah krisis moral dan etika yang mengkhawatirkan di dunia....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan ....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan Duta Besar ....

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah