BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Seminar Nasional Ketahanan Pangan, di Indonesia dan Peran Muhammadiyah dalam Membangun Ekosistem Ketersediaan Pangan Berkelanjutan.
Dengan tema "Ketahan Pangan Berkelanjutan Untuk Indonesia Emas 2045."
Kegiatan diselenggarakan di Auditorium Ukuwah Islamiyyah UMP, Jl. K H. Ahmad Dahlan, pada Sabtu (18/4/2026).
Ketua JATAM Daerah Cilacap, Suraswanto mengatakan JATAM Cilacap membuka stand di expo dengan memajang berbagai produk untuk mendukung JATAM dan MPM Banyumas serta Wilayah Jateng.
Produk JATAM Cilacap antara lain: nutrisi Pisang Kluthuk, Minyak Gosok, Daun Stevia dibuat bubuk dan cair, pengusir bau busuk, booster untuk memperkuat tanaman, asam amino mengurangi stress pada tanaman, mempercepat berbuah, memperbanyak maupun memperbesar buah. Pupuk Organik Cair (POC) vegetatif dan generatif buat Padi juga pengusir Tikus.
"Produk yang ditawarkan hasil dari presentasi, " ucapnya.
"Expo stand JATAM Cilacap sejumlah empat orang dan puluhan orang pengurus dan anggota JATAM Cilacap yang mengikuti seminar Nasional," jelasnya.
Sekretaris Majelis MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain mengucapkan syukur atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional Penguatan Ketahanan Pangan dan Peran Muhammadiyah dalam Membangun Ekosistem Ketersediaan Pangan.
"Kami atas nama MPM PDM Cilacap, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dari PDM Cilacap yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan komitmennya untuk hadir dan berpartisipasi aktif, baik dalam forum seminar maupun dalam rangkaian Expo yang diinisiasi dan difasilitasi oleh JSM Banyumas," paparnya.
Partisipasi ini menunjukkan semangat kolektif warga Muhammadiyah dalam mengambil peran strategis terhadap isu ketahanan pangan, yang bukan hanya menjadi kebutuhan nasional, tetapi juga bagian dari ikhtiar dakwah pemberdayaan umat.
Berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh peserta dapat
menguatkan wawasan dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan berbasis komunitas. Menginisiasi langkah-langkah konkret di wilayah masing-masing. Membangun sinergi antar elemen Muhammadiyah dalam menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan.
"Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya gerakan nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," harapnya.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada forum ini saja, namun melanjutkan dalam bentuk aksi nyata yang terukur dan berkesinambungan," harapnya.
Pengunjung Stand JATAM Cilacap, Mardianto menanggapi JATAM Cilacap sangat kreatif dengan membuat nutrisi Pisang Kluthuk, jadi tidak hanya di makan buah secara langsung. Dikemas dengan bagus dan diberi label merk, maka bisa memberdayakan masyarakat.
"Pisang Kluthuk diolah bisa menjadi minuman nutrisi, untuk daya tahan tubuh dan kesehatan, dengan khasiat yang luar biasa" katanya.
Pengunjung lain, dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas, Indri mengatakan produk yang ditawarkan stand JATAM Cilacap, prospek sekali untuk kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT).
"Produk penghilang bau, untuk bisa disosialisasikan di PDA Banyumas Raya," harapnya.
Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas, Latif Muchozin menjelaskan program kerja bersama antara JSM dan JATAM Wilayah Jateng serta kolaborasi dengan UMP juga PDM Banyumas.
"Seminar Nasional dihadiri key note speaker Pak Zulkifli Hasan," jelasnya.
JSM dibawah Majelis Ekonomi, sama - sama berkolaborasi untuk menghidupkan ekonominya.
"Mengundang peserta se - Jateng, yang berkeinginan datang dipersilahkan, karena gratis. Inisiasi seminar Nasional ini oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Pangan," katanya.
Harapan kedepan JSM semakin bisa berperan, dengan jamaah yang solid.
"Kita mendukung program pemerintah, dengan berbagai macam Amal Usaha Muhammadiyah dan Ortom. Konsepnya bagaimana Muhammadiyah berperan dengan Sumber Daya Manusia yang kita punya dengan memberi kontribusi bagi bangsa dan negara," harapnya.
Key Note Speaker Zulkifli Hasan menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan RI menyampaikan Bidang yang sangat menjanjikan yakni Pertanian.
"Sepuluh tahun mendatang bidang pertanian diprediksi yang akan diperebutkan orang," jelasnya.
"Bidang yang akan menarik aktraktif yakni pertanian. Kita mandiri pangan dan energi yang buat dari hasil pertanian Singkong," ucapnya.
Perguruan tinggi UMP Fakultas Pertanian untuk melakukan penelitian Padi, Jagung, Kelapa dan Cokelat serta Cengkeh yang unggul.
"Alhamdulillah, buat Indonesia pangan aman, stok beras 4,7 juta ton dan produksi Padi tahun ini, Insya Allah meningkat," jelasnya.
Langkah dengan optimalisasi lahan yang ada.
"Alhamdulillah, 2025 Beras surplus," pungkasnya.(Wasis)
