CILACAP, Suara Muhammadiyah - Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik di Dusun Rimpaknangsi, Pemerintah Desa (Pemdes) Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Ahad (10/5/2026).
Kegiatan pelatihan tersebut mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat. Tercatat sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 20 peserta laki-laki dan 30 peserta perempuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dusun Rimpaknangsi, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian ramah lingkungan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Pelatihan menghadirkan narasumber dan pendamping dari Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Cilacap Koordinator Bidang Inovasi dan Teknologi JATAM yaitu Fajar Arifin dan Budhi Rachmadi selaku anggota dan bersama pendamping dari MPM PDM Cilacap, Maman Suprianto.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan praktis mengenai pembuatan pupuk dan pestisida organik berbahan dasar limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya tanaman Padi.
Adapun materi yang disampaikan meliputi : pembuatan pupuk organik fase vegetatif, pupuk organik fase generatif dan pestisida nabati ramah lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan pertanian organik di lingkungan masing-masing.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari harapan peserta agar kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan melalui program pendampingan yang berkelanjutan.
Ketua sekaligus penggerak kegiatan, Achmad Riyanto, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Rimpaknangsi berharap pelatihan ini mampu menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian petani, menekan biaya produksi pertanian dan mendorong terciptanya sistem pertanian yang sehat, berkelanjutan serta berbasis potensi lokal masyarakat.
"Bentuk keseriusan dalam mengintensifkan program pemberdayaan masyarakat, Pemdes Hanum juga telah menjadwalkan agenda lanjutan berupa pelatihan serupa yang akan kembali menghadirkan narasumber dan pendamping yang sama," katanya.
Sekretaris Majelis Pembayaran Masyarakat (MPM) PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain mengatakan kegiatan pelatihan lanjutan tersebut direncanakan berlangsung pada hari Rabu, 15 Mei 2026 di Dusun Sukaharja, Desa Hanum.
"Diharapkan mampu memperluas manfaat pelatihan sekaligus memperkuat gerakan pertanian organik berbasis masyarakat di wilayah Dayeuhluhur," harapnya.
MPM PDM Cilacap melalui JATAM berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi pertanian yang solutif, aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Pendampingan, pelatihan dan penguatan kapasitas petani, JATAM hadir sebagai gerakan pemberdayaan yang dibentuk oleh MPM Muhammadiyah. Guna memperkuat kemandirian petani, meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan," paparnya.
Seiring dengan berkembangnya program pemberdayaan yang dijalankan, JATAM Cilacap saat ini menjadi salah satu komunitas pertanian terpadu yang diperhitungkan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, khususnya dalam pengembangan pertanian organik, inovasi teknologi tepat guna dan gerakan pemberdayaan petani berbasis dakwah Muhammadiyah.
"Komitmen ini menjadi bagian dari dakwah pemberdayaan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang berkemajuan, mandiri dan berdaya saing di bidang pertanian serta penguatan ketahanan pangan masyarakat," pungkasnya. (bbz/Wasis)

