Jihad Bukan Sekadar Perang, tetapi Keberanian untuk Berkorban

Suara Muhammadiyah

16 August 2026

477
Muhammad Sayuti, MPd., MEd., PhD. Foto: Cris

Muhammad Sayuti, MPd., MEd., PhD. Foto: Cris

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dalam pandangan Islam, jihad menjadi ajaran yang penting. Bukan sekadar perang, tapi dikemukakan Muhammad Sayuti, ialah perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh kesadaran, dan disertai dengan pengorbanan.

“Kita bisa berjihad dengan tenaga, pikiran, waktu, harta, dan berbagai kemampuan yang kita miliki,” tutur Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Sebagai sebuah sampel, tatkala masjid mengadakan kerja bakti, berapa banyak orang yang bersedia datang dan mengorbankan waktunya? Ketika ada kebutuhan umat yang membutuhkan bantuan, berapa banyak yang benar-benar tergerak untuk membantu?

“Ini dapat menjadi pelajaran bagi kita. Semakin berat perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan, semakin sedikit orang yang bersedia melakukannya,” ujarnya, Ahad (16/8) saat Kultum Subuh Ceria di Masjid Khoirul Ummi, Bibis Raya, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Para sahabat Nabi Muhammad Saw telah memberikan suluh teladan dalam hal ini. Ketika datang panggilan jihad, Sayuti berujar, mereka bersedia meninggalkan, kenyamanan, dan bahkan mempertaruhkan nyawamnya.

“Ada di antara mereka yang menyerahkan sebagian besar, bahkan seluruh hartanya untuk perjuangan di jalan Allah,” sambungnya.

Bagaimana dengan umat Islam hari ini? Amatlah sulit untuk menyepadankan dengan para sahabat Nabi Muhammad Saw tersebut. Belum diminta untuk menyerahkan seluruh hartanya, tapi kalau diminta untuk menyisihkan sebagian kecul dari penghasilan, terkadang merasa berat.

“Menyedekahkan uang dalam jumlah kecil mungkin terasa ringan. Namun, bagaimana jika kita diminta mengeluarkan sesuatu yang cukup berarti bagi kita? Di situlah letak ujiannya,” tekannya.

Seseorang yang memiliki penghasilan besar boleh jadi mungkin merasa ringan untuk menyumbangkan sedikit hartanya. Namun, apabila jumlah yang dikeluarkan benar-benar mengharuskannya berkorban dan mengalahkan rasa cinta terhadap harta, di situlah nilai pergumulannya menjadi kian lebih besar.

“Kita juga perlu memperhatikan perjuangan orang-orang yang selama ini membantu kehidupan masjid dan pendidikan agama,” beber Sayuti.

Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan marbot masjid, sebut Sayuti, apresiasi yang mereka terima sangat kecil. Sementara, sosok keduanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan, khususnya anak-anak untuk konteks guru TPA dan marbot masjid, untuk konteks menjaga masjid agar bersih dan nyaman digunakan oleh jamaah.

“Maka, apabila kita benar-benar memiliki kemampuan, mengapa tidak membantu mereka? Jika ada yang memiliki penghasilan lebih, mungkin dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk meningkatkan kesejahteraan guru TPA atau petugas kebersihan masjid. Ini juga merupakan salah satu bentuk jihad dengan harta,” tegasnya.

Sayuti menekankan, jangan mengaku orang beriman kalau dihadapkan untuk berkorban, justru mundur. Sebab, keimanan bukan sekadar diucapkan di bibir, tetapi mesti dibuktikan melalui amal dan pengorbanan.

“Semoga kita semua dapat menjadi orang-orang yang memiliki keimanan yang benar, bersedia berjuang dengan kemampuan yang dimiliki, serta ikhlas mengorbankan harta, tenaga, waktu, dan pikiran di jalan Allah SwT,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa kembali menerjunkan 48 ....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggel....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah -Mahasiswa D3 Sanitasi PoltekMu Makassar kembali menunjukkan kontribusi....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada momen libur panjang Idul Adha 1447 H, Angkatan Muda Muha....

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam angin puting bel....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah