YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam sejarah, dari awal perhatian Muhammadiyah terhadap kehidupan bangsa amat besar. Perhatian utamanya terletak pada aspek pendidikan, kesehatan, dan penanganan anak yatim, fakir miskin, dan kelompok mustadh'afin.
“Tiga itulah yang menjadi concern Muhammadiyah sejak berdirinya sampai sekarang,” demikian beber Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahad (5/4) saat Silaturahmi Idul Fitri 1447 H PDM Kota Yogyakarta di SM Tower Malioboro.
Setelah 100 tahun lebih usianya, jumlahnya tidak lagi kecil. Hal ini yang membuat Muzani terbelalak, yang dikalkulasi sangat besar sekali.
“Entah berapa ratus perguruan tinggi, entah berapa ratus rumah sakit, entah berapa ratus bahkan mungkin ribu yatim piatu, panti asuhan, dan lembaga-lembaga amal lainnya,” ucapnya.
Semua itu merupakan manifestasi kecintaan Muhammadiyah kepada kehidupan negeri. Sampai saat ini, hal terbentang itu telah dibangun oleh Muhammadiyah sampai nun jauh di sana.
“Cinta Muhammadiyah terhadap Indonesia luar biasa. Begitu cintanya Muhammadiyah terhadap Republik Indonesia ini,” tegas Muzani.
Segala bidang kehidupan, oleh Muhammadiyah digerakkan dengan begitu rupa, sarat dengan ketulusan dan pengkhidmatan tinggi. Yang inilah kemudian, menjadi pantulan dari amal kebajikan segenap warga Persyarikatan yang mesti dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Surga dibangun begitu susah, dan Bapak-bapak menjadikan amal itu sebagai pintu surganya orang Muhammadiyah,” tuturnya.
Bahkan, Muzani mengungkapkan kalau upaya yang telah diteladankan Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan negara, kemudian direaktualisasi oleh segenap elite, optimistik Muzani amat tinggi sekali untuk keberlanjutan masa depan bangsa.
“Kalau kesadaran bangsa Indonesia dalam membangun bangsa, dalam membangun negara, seperti halnya dicontohkan oleh Tuan-tuan Muhammadiyah, Indonesia akan semakin kuat. Indonesia akan semakin maju, dan Indonesia akan semakin jaya,” tukasnya. (Cris)
