KAKILIMA PCPM - PCNA Ngaglik Ajak Anak Muda Hadapi Kecemasan di Malam Tahun Baru

Publish

1 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
469
Istimewa

Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Isu kesehatan mental dan kecemasan kolektif menjadi sorotan dalam kegiatan KAKILIMA (Kajian Keliling Lintas Kampung dan Masjid) yang digelar PCPM Ngaglik bersama PCNA Ngaglik pada malam pergantian Tahun Baru, Selasa (31/12/2025).

Bila tahun baru biasanya berbicara soal harapan dan impian di tahun depan. Agaknya tahun ini, kecemasan jadi isu cukup sentral di kalangan masyarakat. Suatu anomali yang nyata terjadi saat ini.

Kegiatan KAKILIMA berlangsung di Gedung Pusdiklat PP Muhammadiyah, Jalan Kaliurang Km 8, Sleman, dari seusai salat Isya hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Forum ini diikuti lebih dari 60-an kader muda Muhammadiyah Ngaglik dan masyarakat sebagai ruang refleksi akhir tahun.

Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menyampaikan bahwa KAKILIMA menjadi ikhtiar untuk menjaga soliditas gerakan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.  “Di era seperti sekarang, kita harus bersatu padu dan sering-sering berkumpul. Kebaikan akan jauh lebih solid ketika dijalankan dalam satu barisan,” ujarnya.

Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Lya Fahmi, seorang influencer, psikolog sekaligus Kader Nasyiatul Aisyiyah yang dikenal kritis dalam membahas relasi antara kesehatan mental dan kondisi sosial. Lya sebelumnya viral di media sosial melalui konten yang menyoroti klien stres bukan karena persoalan pribadi, melainkan karena persoalan negara dan krisis kepercayaan.

Dalam forum tersebut, Lya menjelaskan bahwa, “Rasa cemas, marah, lelah, dan emosi itu wajar di era sekarang. Kita hidup di tengah banjir informasi dan ketidakpastian,” kata Lya.

Ia mencontohkan pengalaman beberapa waktu lalu saat klien datang dengan kondisi emosional sejak awal sesi. “Ada klien yang langsung menangis dan mengatakan putus asa menjadi warga negara. Ia merasa rakyat tidak dihargai dan tidak didengarkan, terutama ketika melihat penanganan korban bencana di Sumatera,” tuturnya.

Fenomena tersebut, menurut Lya, menegaskan bahwa kesehatan mental tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan individu. Kondisi psikologis seseorang juga sangat dipengaruhi oleh situasi sosial dan politik, termasuk sejauh mana masyarakat merasakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, persoalan mental saat ini bersifat kolektif dan membutuhkan respons bersama, salah satunya melalui ruang perjumpaan dan kebersamaan.

Melalui KAKILIMA, PCPM dan PCNA Ngaglik berharap anak muda memiliki kesadaran mental yang lebih baik serta mampu saling menguatkan dalam menghadapi tantangan zaman.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar acara campus to....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

Kedudukan Kader dan Warga Terhadap Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Tambang Oleh: Haid....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Bantul (22/10) Alumni Bimbingan Haji Aiyiyah Bantul (ALBHA) Bantul....

Suara Muhammadiyah

22 October 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Perubahan teknologi dan percepatan arus informasi telah menggeser banya....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

Diskon Biaya SPP dan Gratis Pendaftaran Program Pascasarjana PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Unive....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah