Kehadiran Dai Komunitas sebagai Juru Dakwah Pemberi Pencerah Bagi Umat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
219
Muchamad Arifin, SAg., MAg

Muchamad Arifin, SAg., MAg

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Dakwah tidak cukup hanya disampaikan dari mimbar ke mimbar. Ia menuntut keberanian untuk turun, menyapa, dan hidup bersama umat. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Sekolah Tabligh #2 yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Sebagai narasumber, Muchamad Arifin mengajak para peserta untuk tidak berhenti menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi mengambil peran lebih jauh sebagai pelaku dakwah komunitas. Menurutnya, tantangan umat hari ini menuntut kehadiran dai yang bersedia hadir di tengah komunitas, baik di kawasan marginal perkotaan maupun di wilayah terpencil dan daerah 3T.

Ia menegaskan bahwa dakwah komunitas membutuhkan modal yang tidak ringan. Menjadi dai komunitas tidak cukup hanya dengan kemampuan retorika dan penguasaan ilmu agama. Lebih dari itu, diperlukan ghiroh—semangat juang dan keikhlasan—karena dakwah di komunitas menuntut pengorbanan nyata. Dai tidak datang dengan tangan kosong, tetapi membawa kepedulian, solusi, dan keberpihakan kepada kehidupan umat.

“Dakwah komunitas adalah dakwah yang hadir dan membersamai. Sebuah dakwah yang tidak berjarak, yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, dan berjalan seiring dengan denyut kehidupan mereka," terang Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberagaman komunitas di Nusantara adalah sunnatullah. Perbedaan suku, ras, bahasa, budaya, dan latar sosial bukanlah penghalang dakwah, melainkan tanda kebesaran Allah sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, QS Al-Hujurat ayat 13. "Dari keberagaman itulah dakwah menemukan maknanya sebagai upaya memanusiakan manusia dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta," katanya, Senin (19/1).

Atas dasar itulah Muhammadiyah membentuk LDK sebagai lembaga yang secara khusus mengemban amanah dakwah di komunitas. LDK hadir untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat—baik kelas bawah, menengah, maupun atas—termasuk komunitas mualaf dan kelompok-kelompok yang selama ini berada di pinggiran.

Arifin berharap dari forum ini lahir dai-dai yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani melangkah. Dai yang siap meninggalkan zona nyaman dan bergabung dalam dakwah komunitas LDK Muhammadiyah.

“Dakwah komunitas adalah ladang amal yang sunyi, tetapi pahalanya mengalir tanpa henti,” ungkapnya penuh makna.

Melalui Sekolah Tabligh ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa dakwah bukan semata-mata tugas lisan, tetapi panggilan jiwa untuk hadir, melayani, dan mencerahkan umat hingga ke pelosok negeri.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), melalui Lembaga P....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Menyambut tahun baru 2024, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Inovasi papan permainan yang digagas tim mahasiswa Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengkuhkan Guru B....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Di balik tingginya antrian lansia di rumah sakit dan banyaknya obat yan....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025