Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Publish

13 September 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
2298
Abdul Mu’ti. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

Abdul Mu’ti. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan kepemimpinan melayani sebagai paradigma kepemimpinan yang sangat melekat kehidupan. Jika melihat zaman sekarang, potret kepemimpinan cenderung elitis. Di mana kepemimpinan sering kehilangan sensitivitas, empati, simpati terhadap keadaan rakyat.

“Kita melihat ada kecenderungan pemimpin yang mereka lebih sibuk untuk mementingkan dirinya, kroninya, dan kelompoknya. Kemudian dengan mengabaikan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya dalam Pengajian Online Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (13/9).

Mu’ti mengatakan, kepemimpinan melayani direpresentasikan sebagai sosok yang melayani masyarakat bukan justru dilayani. Artinya kehadiran pemimpinan di tengah kehidupan sebagai pelayan masyarakat demi meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemimpin itu menempatkan dirinya sebagai pelayan. Banyak yang menyebutkan pemimpin melayani adalah pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan komunitas yang dipimpinnya, organisasi yang dipimpinnya, dan masyarakat yang dipimpinnya daripada kepentingan dirinya dan keluarganya,” sebutnya.

Menurut Mu’ti, kepemimpinan melayani juga bersifat altruistik. Yakni pemimpin yang memilih mengorbankan berbagai hal yang menyangkut kepentingan pribadi demi mementingkan hajat hidup seluruh masyarakat. Artinya sosok pemimpin memberikan pelayanan terbaik, bukan malah melakukan tindakan penyimpangan dari konstitusi dan ajaran luhur agama.

“Kepemimpinan melayani adalah kepemimpinan yang peduli (care). Kepemimpinan yang senantiasa hirau terhadap keadaan masyarakat dan organisasi yang dipimpinnya. Sehingga dia punya sensitivitas yang tinggi di kehidupan masyarakatnya,” katanya.

Bagi Mu’ti, corak kepemimpinan yang peduli itu meniscayakan hidupnya memiliki pancaran rasa cinta yang tinggi terhadap masyarakat. Artinya, pemimpin yang tulus melayani masyarakat dan punya jiwa tegas serta pemberani untuk berjuang memajukan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat secara komprehensif.

“Dia memiliki kedekatan yang autentik, bukan kedekatan yang superfisial dengan masyarakat yang dipimpinnya itu. Dan tentu dia berusaha untuk bagaimana bisa memberikan dorongan, motivasi, atau melakukan pemberdayaan terhadap potensi-potensi yang ada di dalam organisasi dan di dalam kelompok yang dia memimpin,” ulasnya.

Mu’ti menyimpulkan kepemimpinan melayani kelindan dengan kepemimpinan yang memajukan. Dalam trilogi Ki Hajar Dewantara, istilah kepemimpinan itu dilukiskan sebagai Tut Wuri Handayani. Maknanya, pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang dipimpin agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

“Ketika dia di depan, dia memberikan inspirasi dan teladan. Ketika dia di tengah dia berusaha bagaimana bisa menggerakkan. Dan ketika dia dibelakang, menjadi pemimpin yang berusaha memberikan kesempatan pelbagai potensi itu dapat tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Mu’ti meminta untuk meniru model kepemimpinan Rasul Saw. Dia pemimpin sejati sebagai uswah hasanah. Pemimpin harus menjadi teladan terbaik, termasuk lisan dan lakunya memancarkan keteladanan yang utama.

Hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Sofyan Anif, Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria, dan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Jamhari Ma’ruf. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIPUTAT, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

Sepakati Penyusunan Buku Ajar Bersama PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah — Program Studi Statisti....

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Pek....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hari Raya Idul Fitri 1446 H segera tiba. Pimpinan Pusat Muhammadiyah j....

Suara Muhammadiyah

30 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengajak 374 siswa d....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah