Kehadiran Islam Berorientasi Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua

Publish

10 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
464
Gita Danu Pranata, SE., MM., CRB., CRA., CRP

Gita Danu Pranata, SE., MM., CRB., CRA., CRP

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam harus bisa menghadirkan kemakmuran untuk semua. Demikian dikatakan Gita Danu Pranata, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penekanan di sini terdapat pada diksi menghadirkan.

“Keadaan untuk berbuat sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya, saat Khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4, Jumat (9/1).

Dikemukakan Gita, kata menghadirkan terambil dari kata hadir. Jika dilongok dari bahasa Arab, mengandung arti “maujud”, yakni ada dan mengada atau mewujud di dunia nyata.

“Hadir dalam kaitan “hadlarah” artinya menghadirkan “peradaban”, yakni membangun “kebudayaan berkemajuan”,” jelasnya.

Sementara, kata kemakmuran terambil dari kata makmur. Secara leksikal Arab ialah "al-rakhā' atau "al-yumnu wa al-barakah yakni damai, sejahtera, dan berkah. Kalau dari tinjauan bahasa Indonesia, berarti banyak hasil; banyak penduduk dan sejahtera; serba kecukupan; tidak kekurangan.

’’Kemakmuran atau keadaan makmur adalah semua harta milik dan kekayaan potensi yang dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat; keadaan kehidupan negara yang rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya,” terangnya.

Di lain sisi, juga bermakna keadaan atau situasi di mana seseorang atau suatu negara mengalami kesejahteraan, kelimpahan, atau kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

"Secara umum, kemakmuran menggambarkan kondisi yang serba cukup atau bahkan berlebih, baik dalam hal materi maupun kualitas hidup," tambah Gita.

Pada saat yang sama, kemakmuran sering kali menghasilkan kekayaan yang berlebih atau berlimpah, seperti kebahagiaan dan kesehatan. Pandangan lain merujuk pada konsep yang seimbang, bahwa kemakmuran adalah kesejahteraan lahir dan batin, materiel dan spiritual.

"Kemakmuran bukan kemajuan fisik, materi, dan ekonomi belaka. Indonesia makmur dalam khazanah sosio-historis sering disebut dan diidentikkan dengan cita-cita “Gemah Ripah Loh Jinawi”, yakni negeri yang tanahnya subur serta masyarakatnya tentram, damai, aman, adil, dan sejahtera, " tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terpilih untuk....

Suara Muhammadiyah

21 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakart....

Suara Muhammadiyah

10 April 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mel....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Medan mempersiapkan berdirinya satu....

Suara Muhammadiyah

6 December 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh semangat dan kegembiraan mewarnai pelaksanaan Pemil....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah