PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Semangat dakwah Islam yang berpadu dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mewarnai pelaksanaan Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah dan Launching Keduren sebagai Kampung Aren yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo di Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Ahad (2/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PDM Purworejo dengan panitia pelaksana teknis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwodadi tersebut menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui mimbar pengajian, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membangun kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian alam, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Sejak pagi, ribuan jamaah memadati lokasi kegiatan. Mereka berasal dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Purworejo, majelis dan lembaga, organisasi otonom Muhammadiyah, pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah-'Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo, guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah-'Aisyiyah, takmir masjid dan musala, forum pengajian rutin, simpatisan, hingga masyarakat umum dari Desa Keduren dan sekitarnya.
Turut hadir Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag., Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo KH. Muhammad Haekal, Ketua MUI Kabupaten Purworejo KH. Ahmad Hamid AK, S.Pd.I., unsur Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Purworejo, Dinas Pertanian, DPP Asosiasi Aren Indonesia, Camat Purwodadi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Purworejo Perwakilan BPDAS Yogyakarta, Kepala Desa Keduren, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Dakwah Berkemajuan Menjawab Tantangan Zaman
Mengusung semangat Islam Berkemajuan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain memperkuat keimanan dan ketakwaan melalui pengajian akbar, kegiatan juga diarahkan untuk mempererat ukhuwah Persyarikatan bersama pemerintah dan masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk meluncurkan Desa Keduren sebagai Kampung Aren Purworejo, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan aspek ekonomi, konservasi lingkungan, dan dakwah Islam.
Gerakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon sebagai implementasi ajaran Islam mengenai amanah manusia sebagai khalifah fil ardh atau pemakmur bumi.
Selain itu, PDM Purworejo juga mendorong lahirnya kolaborasi antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, dunia pertanian, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis komoditas aren yang dinilai memiliki prospek besar pada masa mendatang.
Diawali Gowes dan Penanaman Pohon Aren
Rangkaian Hari Ber-Muhammadiyah diawali dengan kegiatan gowes bersama menuju kawasan kegiatan dari arah Kesugihan. Penampilan Hadrah Eskawa memeriahkan agenda awal yang dibawakan siswa SMK Muhammadiyah Purwodadi sehingga menambah semarak suasana.
Puncak seremoni diawali dengan penanaman pohon aren secara simbolis oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, Ketua PDM Purworejo Drs. H. Pujiono, perwakilan Asosiasi Aren Indonesia, Kepala Desa Keduren, serta tamu undangan lainnya.
Penanaman tersebut bukan sekadar simbol kegiatan seremonial, melainkan penegasan komitmen bersama untuk menjadikan aren sebagai tanaman konservasi sekaligus komoditas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilanjutkan dengan simbolis penerbangan balon yang menandai semangat membumbung tinggi guna terus semangat menghadapi hari depan.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Purworejo juga menyerahkan santunan kepada warga sekitar Desa Keduren sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ber-Muhammadiyah.
Salah satu agenda yang menarik perhatian jamaah adalah penyerahan 69 paket bibit aren oleh santri Jamaludin Jet Jundullah Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah Jono Putra–Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo.
Penyerahan bibit tersebut memiliki makna simbolis. Angka 69 merepresentasikan usia SMP Muhammadiyah Jono yang tahun ini memperingati Milad ke-69. Bibit-bibit tersebut menjadi lambang harapan agar semangat pendidikan Muhammadiyah tumbuh sebagaimana pohon aren yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Bibit tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian Festival Sains dan Al-Qur'an yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo. Melalui kegiatan itu, para santri diajak mempraktikkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sebagai implementasi ajaran Islam.
Ketua PDM: Kampung Aren Akan Menjadi Pusat Edukasi
Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, menyampaikan bahwa Desa Keduren dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat edukasi pertanian aren di Kabupaten Purworejo.
Menurutnya, peluncuran Kampung Aren merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Hari ini kita menyambut Hari Ber-Muhammadiyah dengan me-launching Kampung Aren di Desa Keduren. Harapan saya, aren ke depan menjadi komoditas unggulan karena kebutuhan gula aren dan nira sangat besar. Insyaallah akan ditanam 500 bibit oleh sebagian besar warga Desa Keduren dan mudah-mudahan tiga hingga empat tahun mendatang sudah mulai memberikan hasil," ujar Pujiono.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan launching Kampung Aren kedua yang dilakukan Muhammadiyah Purworejo setelah sebelumnya dikembangkan di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen.
Pujiono optimistis pengembangan aren akan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat karena permintaan terhadap produk turunannya terus meningkat.
Tidak hanya itu, lokasi pelaksanaan kegiatan yang merupakan tanah wakaf Muhammadiyah juga direncanakan menjadi sentra produksi dan pengolahan hasil aren.
"Tanah wakaf ini nantinya akan menjadi tempat memproduksi dan mengolah hasil aren ketika tanaman sudah berkembang. Harapan kami, kawasan ini menjadi agrowisata, menjadi bagian dari Purworejo Berkemajuan, petaninya makmur, serta membawa keberkahan menuju masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," katanya.
Wakil Bupati: Dakwah Tidak Hanya di Mimbar
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Muhammadiyah Purworejo melalui Jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang bekerja sama dengan Asosiasi Aren Indonesia.
Menurut Dion, program Kampung Aren merupakan contoh konkret dakwah yang mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat.
"Terima kasih kepada PDM Purworejo yang membuktikan bahwa dakwah tidak hanya melalui pengajian dan syiar keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat, memberikan edukasi, serta mengajak masyarakat menanam tanaman konservasi untuk menjaga keseimbangan alam sebagai ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala," ungkap Dion.
Ia menilai pohon aren memiliki potensi yang sangat besar karena mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, produktivitas aren bahkan dinilai memiliki prospek lebih baik dibandingkan sejumlah komoditas perkebunan lain karena menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus berfungsi sebagai tanaman konservasi.
"Ini menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan dampak ekologi sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Dion.
Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk terus bersinergi dengan Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.
Ia berharap Kampung Aren Keduren mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Purworejo.
"Hari ini Muhammadiyah memberikan salah satu solusi melalui penanaman pohon aren dan menjadikan Desa Keduren sebagai Kampung Aren. Pemerintah daerah siap mendukung setiap upaya yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," tegasnya.
Dalam Pengajian Akbar Hari Ber-Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., mengajak jamaah merenungkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara Allah Swt., manusia, dan alam. Menurutnya, Al-Qur'an mengajarkan tiga unsur utama kehidupan, yaitu Allah sebagai Al-Khaliq (Pencipta), manusia sebagai makhluk, dan alam sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Ketiganya harus dijaga dalam harmoni melalui akhlak yang mulia.
Tafsir menjelaskan bahwa seorang muslim tidak hanya dituntut memperkuat ibadah kepada Allah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Kebiasaan Nabi Muhammad saw. ketika bangun tidur—duduk sejenak, memandang langit, kemudian berdoa—mengandung pelajaran tentang pentingnya menghadirkan keseimbangan spiritual sekaligus membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Dr. Tafsir juga menegaskan bahwa memahami ajaran Islam tidak cukup hanya berbekal ilmu keagamaan seperti nahwu dan sharaf, tetapi perlu diperkaya dengan ilmu sosial, teknologi, serta memahami kondisi dan budaya masyarakat ('urf) agar dakwah mampu menjawab tantangan zaman.
Menutup tausiahnya, Tafsir mengingatkan bahwa alam merupakan salah satu ayat kauniyah yang menunjukkan kebesaran Allah. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi sekaligus wujud nyata pengamalan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Muhammadiyah Purworejo Resmikan Keduren sebagai Kampung Aren
Istimewa
Berita Lainnya
Berita Terkait
Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll
Berita
MALANG, Suara Muhammadiyah - Satu lagi karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muh....
Suara Muhammadiyah
8 July 2024
Berita
PENAJAM PASER UTARA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Penajam Paser Uta....
Suara Muhammadiyah
28 May 2026
Berita
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu (17/1), Tim Pengabdian Universitas Ahmad Dahlan (UAD) men....
Suara Muhammadiyah
24 January 2024
Berita
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gejolak kekerasan di lingkungan sekolah sebagai hal mendesak ....
Suara Muhammadiyah
6 December 2025
Berita
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Mengulik film selalu menjadi sebuah hal yang menarik. Selain dimakna....
Suara Muhammadiyah
8 November 2024

