Kepala LLDIKTI Wilayah IV Apresiasi Tata Kelola UM Bandung

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

1327
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten M Samsuri menyampaikan rasa bangganya saat menghadiri wisuda ketujuh Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Ahad (29/12/2024). Kehadirannya merupakan bentuk apresiasi atas kemajuan UM Bandung dalam tata kelola dan kontribusinya pada dunia pendidikan.

“UM Bandung dalam segi tata kelola perlu saya apresiasi secara khusus. Jika sebelumnya ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi kali ini sudah sangat baik. Hal terpenting bagi kami di LLDIKTI adalah memastikan semua lulusan UM Bandung telah mendapatkan nomor ijazah nasional agar berguna saat digunakan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Samsuri mengucapkan selamat kepada para lulusan UM Bandung yang telah resmi dilantik sebagai sarjana. Ia mengingatkan bahwa setelah menamatkan pendidikan formal di kampus, mereka akan memasuki kampus kehidupan yang sesungguhnya, yakni dunia nyata yang menuntut kontribusi nyata dari para lulusan untuk masyarakat.

Menurut Samsuri, kontribusi seorang sarjana di masyarakat bergantung pada dua hal, yakni evidence atau peristiwa yang dihadapi dan response atau cara seseorang merespons peristiwa tersebut. Ia menekankan bahwa setiap orang akan menghadapi tantangan yang sama, tetapi hasil akhirnya akan bergantung pada bagaimana cara mereka menyikapi dan meresponsnya.

”Saya yakin Anda sekalian memiliki kompetensi yang hebat. Namun, ketika masuk ke kampus kehidupan yang nyata, hal yang paling dibutuhkan adalah karakter,” tegas Samsuri.

Ia menambahkan, mengutip seorang penulis terkenal, bahwa kekayaan, kecerdasan, atau jabatan mungkin bisa membuat seseorang dicemburui, dikagumi, atau ditakuti. Namun, hanya karakter, seperti integritas dan kejujuran, yang membuat seseorang dipercaya oleh masyarakat.

Samsuri mendorong para lulusan UM Bandung untuk membangun karakter unggul tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa karakter tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dan berulang-ulang.

“Misalnya, Anda bangun pagi lalu salat Subuh berjamaah setiap hari hingga menjadi kebiasaan. Itu akan menjadi karakter baik. Sebaliknya, jika Anda terus-menerus bermain game tanpa henti, itu juga akan menjadi karakter, tetapi bukan yang baik. Oleh karena itu, marilah kita membentuk karakter yang hebat melalui kebiasaan positif,” tutup Samsuri.*(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka program kerja IPM SMP Muhammadiyah 11 pada bidang Kajian ....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Upaya memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi terus digen....

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Dalam semangat meningkatkan literasi politik dan membangun pemikiran....

Suara Muhammadiyah

16 November 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah (MEK PDA) 'Aisyiyah ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 512 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas ....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah