Ketua PWM Aceh Dorong Digitalisasi Wakaf di Forum Ekonomi Islam Dunia

Suara Muhammadiyah

13 October 2025

571
Istimewa

Istimewa

SARAWAK, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., menjadi salah satu tokoh penting yang diundang secara khusus untuk menghadiri World Zakat & Waqf Forum (WZWF) 2025, yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2025 di Hikmah Exchange Event Centre, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Kehadiran Malik Musa di forum bergengsi tingkat dunia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh, karena menunjukkan kiprah tokoh Aceh dalam percaturan ekonomi Islam internasional.

Acara yang dihadiri oleh ulama, akademisi, praktisi ekonomi syariah, dan lembaga zakat serta wakaf dari berbagai negara ini bertujuan memperkuat tata kelola zakat dan wakaf global agar lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dalam kesempatan itu, Malik Musa menegaskan komitmennya untuk membawa semangat dan nilai-nilai Islam dari Aceh ke kancah dunia.

Aceh memiliki warisan panjang dalam tradisi wakaf, dan sudah seharusnya menjadi inspirasi global dalam membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkeadilan,” ujarnya.

Forum internasional tersebut juga menampilkan berbagai kegiatan strategis, mulai dari sambutan Sekretaris Jenderal WZWF, pidato utama oleh Premier Sarawak, hingga peluncuran State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025.

Dalam forum itu, Malik Musa turut berdialog dengan sejumlah tokoh dunia Islam untuk memperkuat jejaring kerja sama antarnegara, khususnya dalam pengembangan model ekonomi sosial berbasis wakaf dan zakat produktif.

Ia menilai, Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi contoh daerah yang mampu memadukan nilai spiritual dengan pengelolaan ekonomi modern berbasis syariah.

Dalam sesi diskusi bertema New Global Zakat & Waqf Order, Malik Musa menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dan ulama dalam menjaga nilai-nilai wakaf agar tetap sesuai dengan syariat Islam.

Ia juga menekankan perlunya digitalisasi sistem pengelolaan zakat dan wakaf agar lebih efisien dan mudah diakses masyarakat luas. “Transformasi digital adalah kunci agar semangat wakaf tidak hanya berhenti sebagai ritual, tetapi menjadi kekuatan ekonomi nyata bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Malik Musa mengingatkan bahwa Aceh telah memiliki jejak sejarah wakaf yang mendunia, salah satunya Wakaf habib Bugak di Mekkah.

Itu bukti nyata bahwa orang Aceh telah lama memahami filosofi wakaf sebagai amal jariyah yang tak terputus. "Kini saatnya kita membangun kesadaran baru untuk menghidupkan kembali semangat itu dalam konteks ekonomi modern,” ujarnya.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Pesan penting dalam Idul Fitri tahun ini adalah upaya maksimal membente....

Suara Muhammadiyah

31 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Megh....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Peneliti dari Pusat Studi Standarisasi Ekstrak dan Farmasi Fakul....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

Akademisi UM Bandung Soroti Polemik Daycare dan Ingatkan Pengasuhan Bukan Kompetisi BANDUNG, Suara ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Umat Islam di Indonesia menjadi yang mayoritas dengan jumlah sekira 2....

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah