Ketua Umum Muhammadiyah Soroti Kesenjangan Teori dan Realitas Politik

Suara Muhammadiyah

17 April 2026

485
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kesenjangan antara teori dan realitas menjadi perhatian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami persoalan politik yang semakin kompleks. Dalam banyak kasus, teori dinilai belum sepenuhnya mampu menangkap realitas secara utuh, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih mendalam agar pemahaman terhadap suatu persoalan tidak bersifat parsial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan bahwa setiap peristiwa dan persoalan pada dasarnya memiliki kebenaran intrinsik. Namun, kebenaran tersebut tidak selalu dapat dijelaskan secara komprehensif oleh teori yang ada.

“Setiap peristiwa atau masalah memiliki kebenarannya sendiri. Namun, ilmu pengetahuan sering kali belum mampu memahami, bahkan gagal menjelaskan realitas tersebut secara konstruktif sebagaimana adanya, karena adanya jarak antara teori dan realitas. Semakin kita mendalami realitas, semakin dekat pula kita pada kebenaran,” ujarnya dalam Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Ridho Al-Hamdi, Kamis (16/4), di Ruang Sidang Utama AR Fachruddin B Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Haedar menjelaskan bahwa dalam kajian ilmu politik terdapat beragam pendekatan, seperti sistem politik, budaya politik, dan perilaku politik. Namun, jika pendekatan-pendekatan tersebut tidak dikembangkan secara integratif, maka pemahaman terhadap fenomena politik akan tetap parsial.

Menurutnya, pendekatan yang lebih mendalam, seperti deep description, menjadi penting agar ilmuwan mampu memahami realitas dalam konteksnya. Dengan demikian, ilmu tidak hanya berhenti pada kerangka teoretis, tetapi juga mampu menjelaskan kondisi nyata di masyarakat.

“Jika tidak berjalan secara integratif, kita akan tetap parsial dalam melihat fenomena politik. Dalam sistem terdapat aktor, struktur, nilai, dan budaya yang saling berkaitan. Karena itu, semakin kita mendalami realitas, pendekatannya juga harus semakin mendalam,” jelas Haedar.

Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan karakter pendekatan ilmu politik di Barat. Pendekatan di Amerika Serikat cenderung kuat pada aspek metodologi dan pragmatisme, sementara Eropa lebih menekankan dimensi filsafat dan epistemologi.

Dalam konteks tersebut, Haedar mengingatkan agar akademisi tidak serta-merta mengadopsi teori dari luar tanpa mempertimbangkan konteks lokal. Pemahaman terhadap realitas sosial dan budaya sendiri menjadi kunci agar ilmu yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak bisa serta-merta mengambil teori dari Amerika atau Eropa untuk diterapkan begitu saja. Kita harus memahami realitas kita sendiri. Jika tidak, kita hanya akan terjebak dalam ‘menara gading’ dengan teori yang tidak selalu sesuai dengan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan dunia yang semakin pragmatis, di mana banyak keputusan diambil berdasarkan pertimbangan praktis semata, tanpa arah nilai dan visi jangka panjang.

“Banyak pihak hanya berpikir secara praktis dan pragmatis. Padahal, kehidupan berbangsa dan bernegara memerlukan arah, peta jalan, dan nilai yang jelas. Tanpa itu, akan sulit membangun pemahaman bersama, bahkan konflik bisa menjadi pilihan,” pungkas Prof. Haedar. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menjadi salah....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

Harga Redmi 13X Beserta Spesifikasinya Redmi 13X hadir sebagai salah satu smartphone terjangkau yan....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebagai wadah pengaktualisasian bakat anak-anak, Pimpinan Ran....

Suara Muhammadiyah

18 January 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggel....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Pro....

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah