KHGT, Ikhtiar Muhammadiyah Membangun Peradaban Maju Melalui Kesatuan Waktu

Suara Muhammadiyah

5 July 2026

265
Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., MA., MHum., PhD. Foto: Cris

Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., MA., MHum., PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Meski sudah diejawantahkan, Muhammadiyah terus berupaya demikian rupa untuk menyosialisasikan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). 

Kenapa begitu pentingnya produk KHGT ini dihadirkan? Demikian tanya Aris Madani saat Muhasabah Muhammadiyah Silaturahmi Ulama dan Umaro’ di Masjid Harman Abdurrahman, Sosromeduran, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Ahad (5/7).

“Ada peluang yang bisa menyatukan umat,” beber Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta tersebut.

Di situlah perlunya dipahami secara saksama dan utuh pemahaman dari KHGT. “Bisa menjadi terpecah kalau tidak memahami KHGT yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sebab, KHGT bukan hanya bertautan ihwal kalender, tetapi kata Aris, bersangkutpaut dengan iman. Pokok pangkalnya tertera di Qs al-Anbiya 92; “Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku.”

“Ketika kita bicara KHGT kita sedang bicara soal menyembuhkan perpecahan umat. Ini ibadah ini soal persatuan,” terangnya.

Sisi lain, Rahmadi Wibowo Suwarno, menyebut, perlu adanya kesadaran bersama dalam penggunaan KHGT di lapangan. “KHGT itu sangat penting,” tekan Sekretaris Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Terutama, dalam konteks bulan-bulan krusial. “Ada ibadah-ibadah yang harus tahu kalender. Puasa apalagi Idul Adha, Idul Fitri, apalagi,” sebutnya. Dan itu, mesti menjadi basis utamanya. “Kita jawabnya harus Hijriahnya. Itu dulu mindset kita,” ujarnya.

Kalender hijriah, menurut Rahmadi, dimulai perhitungan tahunnya sejak Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah. Dan yang menginisiasinya yaitu Umar bin Khattab. “Dan sampai sekarang masih menggunakan hijriah,” tuturnya.

KHGT, lanjut Rahmadi, menawarkan kepastian dengan sifat universal. Konsepnya 1 hari 1 tanggal di seluruh dunia. “Konsep KHGT itu, global, pasti sama (tanggalnya),” terangnya. Artinya jatuhnya tanggal baru Hijriah adalah pada hari yang sama di seluruh muka bumi.

Sudah jamak diketahui, KHGT telah dilaunching di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025.

Menurut Rahmadi, dengan hadirnya produk KHGT ini menunjukkan adanya kesadaran Muhammadiyah dalam memajukan berperadaban.

“Peradaban maju itu kalau memiliki sistem sistem pengelolaan waktu yang baik. Maka di sinilah Muhammadiyah memutuskan ini (KHGT). Dan ini sudah tahun yang kedua menggunakan KHGT,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah- Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ge....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah ....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes meng....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Abdul Razaq Fakhruddi....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Ahad (14/9/2025) bakda shalat dhuhur suasana di area Mualaf Learnin....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah