Idul Fitri dan Taqwa: Mewujudkan Islam Berkemajuan di Tengah Gejolak Global
Oleh: Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag, MM, Wakil Ketua MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dosen FEB UHAMKA Jakarta
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Hari ini, 1 Syawal 1447 Hijriyah, kita berdiri di atas hamparan kasih sayang-Nya setelah sebulan penuh kita menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Takbir yang kita kumandangkan sejak semalam bukan sekadar ritual lisan, melainkan proklamasi kemenangan atas hawa nafsu, sebuah pengakuan tulus bahwa hanya Allah yang Maha Besar, sementara manusia dan segala ambisi dunianya adalah kecil di hadapan-Nya.
Disampaikan pada Khutbah Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Lapangan Akrab Rempoah, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturaden Banyumas
Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah, kesucian asal manusia. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
"Setiap anak yang lahir adalah dalam keadaan suci (fitrah). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi" (HR. Muslim)
Namun, jamaah sekalian, kita merayakan Idul Fitri tahun ini di tengah keprihatinan yang mendalam. Kita menyaksikan dunia sedang tidak baik-baik saja. Gejolak keamanan global meningkat tajam akibat konfrontasi dan peperangan yang melibatkan kekuatan besar, termasuk ketegangan ekstrem antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik ini bukan sekadar berita di layar gawai kita, namun telah berdampak nyata pada stabilitas keamanan dunia dan memicu gejolak ekonomi yang berat. Harga pangan membumbung, ketidakpastian melanda, dan rasa takut menghantui banyak bangsa.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah
Di sinilah relevansi Taqwa dan Islam Berkemajuan diuji. Taqwa bukan hanya soal kesalehan pribadi di dalam masjid, tetapi bagaimana seorang Muslim menjadi agen perdamaian dan pemberi solusi di tengah krisis. Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 133-134:
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ . ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
Ayat ini memberikan tiga panduan utama menghadapi situasi dunia yang sedang bergejolak:
1. Ketahanan Ekonomi dan Solidaritas Sosial berupa infak di kala lapang dan sempit: Gejolak ekonomi akibat perang global menuntut kita untuk semakin kuat dalam solidaritas. Orang bertaqwa adalah mereka yang tetap berbagi meski dalam kondisi ekonomi yang sulit. Kita harus memperkuat ketahanan ekonomi umat, mendukung pemanfaatan produk-produk lokal, dan memastikan tidak ada tetangga kita yang kelaparan akibat melambungnya harga-harga.
2. Kecerdasan Menahan Diri, yakni dengan menahan amarah: Perang fisik seringkali diawali dan diperparah oleh perang kata-kata dan provokasi di ruang digital. Sebagai umat yang berkemajuan, kita tidak boleh terjebak dalam arus kebencian. Kita harus mampu menahan diri, melakukan tabayyun (verifikasi) terhadap informasi yang masuk, dan menjadi pendingin di tengah panasnya situasi geopolitik.
3. Budaya Pemaaf dan Perdamaian: Islam adalah agama kedamaian (salam). Kita menolak segala bentuk penindasan, terorisme, dan pengrusakan di muka bumi. Islam Berkemajuan menjunjung tinggi kemuliaan manusia tanpa diskriminasi. Kita berdiri teguh menentang penjajahan dan ketidakadilan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah
Muhammadiyah memandang bahwa Islam Berkemajuan harus menjadi pencerahan (tanwir) bagi semesta alam (rahmatan lil-alamin). Kita tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pelaku perubahan. Firman Allah Swt :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ …
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS Ar-Ra’du: 11).
Di era abad ke-21 yang sangat kompleks ini, umat Islam dituntut untuk unggul dalam segala bidang kehidupan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi, agar kita memiliki posisi tawar yang kuat dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Kita tidak bisa membiarkan ketidakadilan terus berlangsung, terutama penjajahan yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita. Kekerasan yang terjadi di Timur Tengah saat ini, yang melibatkan kekuatan besar dunia, semakin mengancam kedaulatan bangsa-bangsa kecil. Islam yang berkemajuan mendorong kita untuk terus menyuarakan kemerdekaan, memberikan bantuan kemanusiaan, dan keadilan internasional.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah
Pada hari raya Idul Fitri tahun 1447 H ini, harus kita jadikan momentum kebangkitan kesadaran bersama. Kita harus istiqomah dalam mewujudkan Islam Berkemajuan melalui empat langkah nyata, yakni :
1. Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan: Kita harus menguasai teknologi agar tidak tertinggal dan tidak mudah dimanipulasi oleh kepentingan global.
2. Kemandirian Ekonomi: Membangun kekuatan ekonomi umat agar kita tangguh menghadapi gejolak ekonomi dunia akibat konflik antar-negara.
3. Persatuan Bangsa: Jangan biarkan perbedaan pandangan memecah ukhuwah kita. Kita harus Bersatu walaupun berbeda. Bangsa yang terpecah akan mudah didikte oleh kekuatan asing, sehingga menyebabkan neo imperialisme baru.
4. Dakwah Perdamaian: Terus menyuarakan bahwa Islam adalah solusi bagi kedamaian dunia, bukan sumber konflik.
Allah SWT berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (QS. Fushshilat ayat 30)
Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Wa Lillahi ‘l-Hamd
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati dan dimuliakan Allah
Akhirnya, untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita menyampaikan harapan berupa doa kepada Allah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang dalam suasana Idul Fitri yang berbahagia ini.
Alhamdulillah rabbi’l-’alamin wa ‘l-aqibatu li-‘muttaqin. Rabbana dzalamna anfusana wa in lam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal ‘-khasirin.
Ya Allah, ya Tuhan kami, di hari yang suci ini, kami memohon ampunan-Mu. Terimalah amal ibadah kami dan jadikanlah kami hamba-Mu yang bertaqwa.
Ya Allah, Tuhan Penguasa Alam Semesta, kami memohon perlindungan-Mu dari segala fitnah dan bencana. Di tengah gejolak perang antara bangsa-bangsa yang saling berseteru, di tengah ancaman kehancuran ekonomi dan keamanan global, kami memohon kepada-Mu: Berikanlah petunjuk kepada para pemimpin dunia agar mereka mengedepankan perdamaian di atas ambisi kekuasaan. Sirnakanlah kebencian dari hati manusia dan gantikanlah dengan rasa kasih sayang.
Ya Allah, ya Rabb, khususkanlah rahmat dan pertolongan-Mu bagi saudara-saudara kami di Palestina. Angkatlah penderitaan mereka, berikanlah mereka kekuatan dan kesabaran. Ya Allah, mudahkanlah jalan bagi kemerdekaan Palestina, jadikanlah bumi Al-Quds tempat yang aman bagi setiap jiwa, dan kembalikanlah hak-hak mereka yang terampas.
Ya Allah, ya Tuhan kami, lindungilah kami, keluarga kami dan bangsa kami dari kemiskinan dan kebodohan dan dari segala bencana agar kami dapat beribadah dan mengabdi kepadaMu dengan sempurna.
Ya Allah, jagalah bangsa kami Indonesia agar tetap rukun, bersatu, dan maju. Hindarkanlah kami dari perpecahan dan kehancuran akibat gejolak dunia. Jadikanlah kami bangsa yang mampu memberi kontribusi bagi perdamaian dunia yang abadi.
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
