Khutbah Jum'at: Gizi Seimbang dan Masa Depan Generasi

Publish

2 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
181
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

Oleh: Lulus Bektiyono, Anggota PCM Bukit Duri

الحَمْدُ للهِ, الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلمِّ عَلَى مُحَمَّدٍ المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SwT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan sejati tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam tanggung jawab menjaga kehidupan, kesehatan, dan masa depan generasi yang Allah titipkan kepada kita.

Tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan. Momentum ini mengingatkan kita bahwa makanan bukan sekadar pemenuh rasa lapar, tetapi fondasi tumbuh kembang manusia. Dalam Islam, urusan gizi dan makanan erat kaitannya dengan amanah orang tua, baik ayah maupun ibu, dalam menjaga jiwa dan keturunan.

Allah SwT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal dan baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

Ayat ini menegaskan dua prinsip utama konsumsi dalam Islam: halal dan thayyib. Halal berkaitan dengan hukum syariat, sedangkan thayyib berkaitan dengan kualitas gizi, kebersihan, keamanan, dan kemanfaatan bagi tubuh. Orang tua bertanggung jawab memastikan makanan keluarga tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga menyehatkan dan mencukupi kebutuhan gizi.

Rasulullah  juga memberikan pedoman tentang pola makan yang sehat dan seimbang melalui sabdanya:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hadis ini mengajarkan keseimbangan. Pola makan berlebihan, makanan instan yang miskin gizi, serta abai terhadap kesehatan anak merupakan bentuk kelalaian terhadap amanah. Dalam keluarga, peran ayah dan ibu tidak boleh dipisahkan. Ayah bertanggung jawab memastikan nafkah yang halal dan cukup, sedangkan ibu berperan mengelola, memilih, dan menyajikan makanan yang sehat. Keduanya saling melengkapi dan bekerja sama.

Gizi yang baik sangat menentukan kualitas ibadah, kecerdasan, dan akhlak anak. Anak yang gizinya cukup akan lebih mudah belajar, beribadah, dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat berdampak panjang, mulai dari gangguan kesehatan hingga melemahkan daya saing generasi.

Karena itu, perhatian terhadap gizi keluarga sejatinya adalah bagian dari ibadah. Menyiapkan makanan sehat, membiasakan pola makan seimbang, dan mengedukasi anak tentang adab makan adalah amal saleh yang bernilai pahala.

Mari kita jadikan peringatan Hari Gizi dan Makanan sebagai sarana muhasabah. Sudahkah kita, para orang tua, benar-benar menjalankan amanah dalam memenuhi gizi keluarga? Sudahkah ayah dan ibu bersinergi demi masa depan anak-anak?

Mari kita mulai dari rumah kita masing-masing: memilih makanan halal dan thayyib, membatasi yang berlebihan, serta membangun kesadaran bahwa gizi adalah investasi akhirat. Semoga dari keluarga yang sehat lahir generasi yang kuat iman, cerdas akal, dan mulia akhlaknya.

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah Kedua


الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah 

Pada khutbah yang kedua ini marilah kita memanjatkan do’a kepada Allah agar  senantiasa dimudahkan dan didekatkan kepada yang halal lagi thayyib.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Safwannur Alumnus Ponpes Ihyaaussunnah Lhokseumawe, Aceh dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammad....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Khutbah

Oleh: Syaifullah  اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَكْرَمَ مَن....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Khutbah

Khutbah Jum’at: Memburu Warisan Para Nabi Oleh: Andika Rahmawan, Sekretaris Korps Mubaligh Mu....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Khutbah

Oleh: Inggit Prabowo, S.Pd Wakil Ketua PDM Kab. Sijunjung   إِنَّ الْحَمْدَ ل....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Memahami Makna Kemengan Oleh Deri Adlis. SHI. Mubaligh Muhammadiyah Kepulauan A....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah