Khutbah Jum'at: Mengokohkan Bangunan Keluarga

Suara Muhammadiyah

30 July 2026

275
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Oleh : Inggit Prabowo, SPd, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, Kader PCM Seputih Surabaya, Lampung

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ,يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن

Jama’ah jumat rahimakumullah

Akhir-akhir ini kita banyak menyaksikan kondisi keluarga di Indonesia sedang diterpa berbagai badai persoalan, dan kondisinya cukup memprihatinkan. Berdasarkan data BPS tercatat 438.168 kasus perceraian di Indonesia sepanjang tahun 2025. Terdapat banyak faktor yang melatar belakangi tingginya kasus ini mulai dari faktor ekonomi, suami tidak bertanggung jawab, kurang dukungan emosional, KDRT, perselingkuhan, nikah dini dan lain sebagainya. Kondisi yang demikian apabila kita menatap Indonesia emas 2045 kita sedikit merasa gamang, bagaimana mungkin kita bisa membangun sebuah bangsa yang besar jika pondasi keluarga yang menopang seluruh komponen bangsa ini berdiri dalam keadaan yang rapuh.

Dalam Islam, berkeluarga bukan sebatas memenuhi hasrat alamiah manusia yang menginginkan pasangan dan berketurunan saja. Berkeluarga merupakan ruang ibadah yang memiliki motif semangat mengabdi kepada Allah sehingga memungkinkan setiap individu memperbaiki diri dan keturunannya agar memperoleh ridho Allah swt. Setidaknya ada 3 hal yang perlu kita tanamkan dalam menguatkan bangunan keluarga :

1.      Membangun visi bersama

     Keluarga adalah bahtera yang akan kita gunakan menyebrangi samudra yang luas, atas dasar ketakwaan kepada Allah bahtera itu tidak akan karam, meskipun diterjang ombak dan badai yang dahsyat. Oleh sebab itu, setiap pasangan hendaknya menjalin Ta’awun (saling bersinergi) untuk membawa keluarganya semakin dekat dengan Allah. Swt. Sebagaimana firman Allah :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا 

“wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (Q.S At-Tahrim : 6)

Adanya visi, tujuan dan arah yang ditentukan bersama dalam sebuah keluarga akan mampu mengokohkan peran masing-masing pasangan sehingga akan tercapailah madrasah bagi anggota-anggotanya. Dan keluarga yang kokoh itu dibangun atas dasar meraih takwa kepada Allah swt.

2.      Tafahum & Tarohum (saling memahami dan saling menyayangi)

     Di dalam keluarga sering kali kita menuntut kesempurnaan dari pasangan. Dalam hal ini kita harus membedakan dua kondisi yaitu kondisi ketika mencari pasangan dan kondisi saat mendapatkan pasangan. Saat mencari pasangan kita boleh berprinsip pada kesempurnaan, mencari yang paling cantik, paling pintar, paling kaya, dan lain sebagainya. Namun saat pasangan itu kita dapatkan maka kata paling itu harus kita buang jauh-jauh.

     Adanya kekurangan pada pasangan merupakan sunnatullah agar kita mampu menerapkan ketersalingan. Saling belajar, saling memahami dan saling menyempurnakan. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku“ (H.R At-Tirmidzi no 3895).

Dalam hadis yang lain disebutkan, yang artinya :

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, apa yang Nabi saw lakukan ketika berada di tengah keluarganya? ‘Aisyah menjawab, Rasulullah saw biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat (HR. Bukhari, no. 6039).

Rasulullah saw. Adalah teladan yang baik dalam memperlakukan keluarganya, beliau menghormati istrinya-istrinya, membantu pekerjaan keluarga, memberikan kasing sayang dan kelemah lembutan tanpa pernah berbuat kasar. Oleh sebab itu mari kita jadikan rumah-rumah kita sebagai tempat yang nyaman, aman dan tentram. Rumah yang penuh kasih sayang tanpa merendahkan segala kekurangan, sehingga dengannya  akan banyak kebaikan-kebaikan yang lahir di tengah keluarga yang kita jalani.

Hari ini terdapat fenomena female breadwinners (perempuan menjadi tulang punggung). Sebuah kondisi di mana seorang perempuan bisa memiliki beban ganda yaitu dalam sektor pekerjaan dan urusan rumah tangga. Kondisi yang demkian bisa memicu terjadinya konflik dan ketidakharmonisan dalam keluarga yang sering kali juga diperparah oleh suami yang malas dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Nabi Muhammad saw. Bersabda yang artinya :

Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)(HR. Muslim no. 995).

Bagi seorang suami, nafkah dalam keluarga merupakan tanggung jawab yang mulia dan akan diberikan ganjaran yang besar oleh Allah swt. Sudah selayaknya laki-laki memiliki semangat yang kuat dibandingkan perempuan dalam memperjuangkan kemapanan dalam rumah tangganya, di tengah sulitnya lapangan pekerjaan hari ini yakinlah bahwa pintu-pintu rizki Allah itu akan terbuka asal kita tidak berhenti berusaha, dan prinsipnya jangan tua sebelum kaya.

Oleh sebab itu, marilah kita semua berusaha menunaikan hak dan kewajiban kita dalam keluarga secara adil sehingga terwujud keluarga sakinah yang penuh rahmah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ؛

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ

 Sumber: Majalah SM Edisi 10/2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Suryo Bayu Tirto Aji, Pascasarjana MPAI UMM  إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Khutbah

Oleh: Diyan Faturahman الـحَمْدُ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِ�....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Khutbah

Oleh: Cristoffer Veron P, Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Kota Yogyakarta ال....

Suara Muhammadiyah

4 June 2026

Khutbah

Oleh: Fadhlurrahman, MPd Dosen Pendidikan Agama Islam, FAI UAD, Alumni Pendidikan Ulama’ Tarj....

Suara Muhammadiyah

4 January 2024

Khutbah

Khutbah Gerhana: Gerhana Bulan Bukti Empiris Heliosentris Oleh: Muh. Hizbul Muflihin, PDM Banyumas ....

Suara Muhammadiyah

3 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah