Khutbah Jum’at: Merajut Persaudaraan dalam Bingkai Kebhinekaan

Suara Muhammadiyah

17 September 2026

151
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum’at: Merajut Persaudaraan dalam Bingkai Kebhinekaan

Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah/ Ketua PDM Jakarta Timur

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam hubungan kita dengan Allah, tetapi juga tercermin dalam hubungan kita dengan sesama manusia. Salah satu wujud ketakwaan yang sangat penting adalah menjaga persaudaraan, memperkuat ukhuwah, dan membangun harmoni di tengah keberagaman yang Allah ciptakan.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ayat ini menegaskan bahwa keberagaman merupakan kehendak Allah. Perbedaan suku, bangsa, bahasa, budaya, bahkan pilihan sosial dalam kehidupan bukanlah alasan untuk saling merendahkan atau bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman adalah sarana untuk saling mengenal, bekerja sama, dan memperkuat persaudaraan kemanusiaan.

Indonesia adalah salah satu contoh nyata bangsa yang dibangun di atas fondasi kebinekaan. Lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku bangsa, bahasa daerah, dan berbagai tradisi hidup berdampingan dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Kebinekaan bukan sekadar fakta sosial, melainkan modal besar yang harus dijaga dan dirawat.

Namun, kita juga menyaksikan bahwa perbedaan sering kali dijadikan alat untuk memecah belah masyarakat. Media sosial kerap dipenuhi ujaran kebencian, fitnah, hoaks, dan provokasi yang mengadu domba sesama anak bangsa. Perbedaan pandangan politik, pilihan organisasi, maupun latar belakang sosial sering kali menjadi pemicu permusuhan.

Padahal Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga persaudaraan. Beliau bersabda:

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Artinya: "Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Islam mengajarkan berbagai bentuk persaudaraan. Pertama, ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan sesama Muslim. Kedua, ukhuwah wathaniyah, yaitu persaudaraan sebangsa dan setanah air. Ketiga, ukhuwah insaniyah atau basyariyah, yaitu persaudaraan sesama manusia.

Ketiga bentuk persaudaraan tersebut harus berjalan beriringan. Seorang Muslim yang baik bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga menjadi sumber kedamaian bagi lingkungannya. Rasulullah saw. bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks kebhinekaan Indonesia, semangat persaudaraan dapat diwujudkan dengan menghormati perbedaan, menjaga etika bermedia sosial, menghindari penyebaran berita bohong, serta membangun kerja sama dalam berbagai bidang kemaslahatan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan.

Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah memberikan teladan tentang pentingnya dakwah yang mencerahkan, memajukan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Spirit Islam Berkemajuan mengajarkan bahwa umat Islam harus menjadi perekat persatuan dan pelopor perdamaian.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita jadikan masjid sebagai pusat persaudaraan. Dari masjid lahir semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan persatuan umat. Jangan biarkan rumah Allah menjadi tempat tumbuhnya prasangka, perpecahan, atau fanatisme yang berlebihan.

Jika setiap keluarga menanamkan nilai toleransi, setiap tokoh masyarakat mengedepankan dialog, dan setiap warga menjaga persaudaraan, maka kebhinekaan akan menjadi kekuatan yang memajukan bangsa, bukan sumber konflik yang melemahkan persatuan.

فَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah Swt. dengan memperkuat persaudaraan, menjauhi permusuhan, serta menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini mengingatkan bahwa tugas seorang mukmin bukan memperbesar konflik, melainkan menjadi jembatan yang menyatukan. Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang menebarkan kasih sayang, memperkuat persatuan, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi-pribadi yang mampu merajut persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan, menjaga persatuan bangsa, serta mewariskan Indonesia yang damai dan berkemajuan kepada generasi mendatang.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.

اَللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَاحْفَظْ شَعْبَهَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْ قَادَتَنَا وَعُلَمَاءَنَا وَأُمَرَاءَنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Sumber: Majalah SM Edisi 13/2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Ahmad Fatoni إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْت....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Khutbah

Oleh: Qaem Aulassyahied, Anggota MTT PP Muhammadiyah dan Dosen Ilmu Hadis UAD dan PUTM إِنَّ �....

Suara Muhammadiyah

29 January 2026

Khutbah

Oleh: Ihsan Nursidik Pengajar di Pondok Pesantren Darul Arqam Daerah Garut   إِنَّ ال....

Suara Muhammadiyah

21 March 2024

Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Memahami Makna Kemengan Oleh Deri Adlis. SHI. Mubaligh Muhammadiyah Kepulauan A....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Khutbah

Oleh: Dr Muhammad Nasri Dini, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo إنَّ الْحَمْدَ....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah