Khutbah Jum'at: Peluang Dakwah di Era Artifisial Inteligence (AI)

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
91
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

Oleh : Eko Prasetiyo, SPd., ESp., MPd, Staf Pengajar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً. وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا أَمَّا بَعْدُ.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SwT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan sejati tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap dan perilaku kita menghadapi perubahan zaman.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan agung dalam berdakwah dengan hikmah, keteladanan, dan akhlak yang mulia.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah SwT

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini berlangsung sangat cepat. Salah satu penanda utama perubahan tersebut adalah hadirnya kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga cara manusia memperoleh dan menyebarkan pengetahuan.

Fenomena ini tidak dapat dihindari. Karena itu, umat Islam dituntut untuk menyikapinya secara bijak, kritis, dan konstruktif. Islam tidak mengajarkan sikap anti terhadap kemajuan, tetapi juga tidak membenarkan sikap menerima tanpa kendali. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bersikap kritis terhadap arus informasi, termasuk informasi yang dihasilkan atau disebarkan melalui teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Allah SwT berfirman dalam QS. Al-Ḥujurat: 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ  

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena ketidaktahuan.”

Islam adalah agama yang ṣaliḥ li kulli zaman wa makan, yang bermakna relevan sepanjang masa dan mampu memberikan pedoman dalam setiap situasi. Islam adalah agama yang tidak anti terhadap perkembangan teknologi namun juga tidak pula menerima secara berlebihan suatu teknologi tanpa etika atau moral yang menyandarkan pada implementasi nilai akhlakul karimah. Sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah: 143 

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا 

Artinya : “Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat yang wasath (moderat).”

Selanjutnya, Islam mengajarkan pentingya berdakwah dalam menyampiakan kebenaran Islam sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya : “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa dakwah merupakan amanah bersama. Setiap muslim memiliki peran dakwah sesuai dengan kapasitas dan sarana yang dimilikinya. Pada era kecerdasan buatan (artificial intelligence), sarana dakwah terbuka semakin luas. Pesan kebaikan dapat disampaikan dengan cepat, menjangkau banyak orang, melampaui batas ruang dan waktu.

Maasyiral muslimin rahimakumullah,

Kecerdasan artifisial pada hakikatnya adalah alat atau piranti. Ia tidak memiliki nilai moral secara mandiri. Nilai kebaikan atau keburukannya sangat ditentukan oleh niat, tujuan, dan cara manusia memanfaatkannya.

Apabila teknologi digunakan untuk memperluas akses terhadap ilmu keislaman, memperkuat literasi agama, serta menebarkan pesan damai dan kemanusiaan, maka ia menjadi sarana dakwah yang bernilai ibadah. Namun, apabila digunakan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang merusak akhlak, maka ia justru menjauhkan manusia dari nilai-nilai Islam.

Allah SwT berfirman dalam QS. al-Maidah: 2

يوَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ 

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”

Ayat ini memberikan landasan etis bagi umat Islam dalam memanfaatkan teknologi dan perkembangan digital. Keberadaan ruang digital seharusnya menjadi ruang dakwah, pendidikan, dan pencerahan, bukan ruang yang dipenuhi pertengkaran, fitnah, dan permusuhan.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SwT

Kemajuan teknologi juga membawa tantangan serius. Informasi yang beredar sangat deras dan tidak semuanya benar. Karena itu, umat Islam perlu membekali diri dengan kecerdasan digital yang disertai dengan kedewasaan akhlak dalam berpikir dan bertindak secara bertanggung jawab.

Islam mengajarkan prinsip tabayyun, kehati-hatian, dan tanggung jawab dalam setiap ucapan dan tindakan. Sebagaimana Allah SwT berfirman dalam QS. Qaf: 18

مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ  

Artinya : “Tidak ada satu kata pun yang diucapkan melainkan ada malaikat yang selalu mengawasinya.”

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap kata, termasuk yang ditulis dan disebarkan di ruang digital, akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, dakwah di era kecerdasan artifisial harus dibangun di atas fondasi ilmu, keikhlasan, dan akhlak mulia, agar kehadiran Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًاسَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

Sumber: Majalah SM Edisi 07/2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Ahmad Fatoni Dosen Pendidikan Bahasa Arab FAI-UMM إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّه....

Suara Muhammadiyah

29 February 2024

Khutbah

Oleh: Wahjudin, Anggota PRM Podosari Kesesi Pekalongan اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Khutbah

Oleh: Ihsan Nursidik, MAg, Pengajar di Pondok Pesantren Darul Arqam Daerah Garut إِنَّ الْ�....

Suara Muhammadiyah

5 September 2024

Khutbah

Oleh: Affan Safani Adham, Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Perang dan Kemanusiaan dalam Ajaran Islam   Oleh: Dr. Drs. Immawan Wahyudi....

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah