KLB Campak di Jawa Timur, Perlunya Deteksi Lebih Dini

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

1039
Ilustrasi campak. Foto: https://www.klikdokter.com/

Ilustrasi campak. Foto: https://www.klikdokter.com/

SUMENEP, Suara Muhammadiyah – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resmi ditetapkan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Penetapan ini disampaikan oleh Direktur RS PKU Bantul Yogyakarta sekaligus Anggota Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Nurcholid Umam K SpA MSc, Senin (25/8). Hingga kini tercatat 2.035 kasus suspek campak dengan 17 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban adalah balita yang belum pernah menerima imunisasi campak.

Gejala awal campak yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi hingga 40 derajat Celcius, batuk kering, pilek, mata merah, bintik putih kecil di mulut (bintik Koplik), serta ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah meluncurkan program vaksinasi massal bagi 78.569 anak usia 9 bulan hingga 6 tahun. Program ini berlangsung di 26 puskesmas dan 3 rumah sakit di Sumenep mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025 dengan menyediakan lebih dari 80 ribu dosis vaksin.

Meski demikian, sejumlah kendala masih ditemui di lapangan, seperti kekhawatiran orang tua terhadap efek samping, keraguan mengenai kehalalan vaksin, kurangnya pemahaman jadwal imunisasi, hingga anggapan bahwa imunisasi tidak diperlukan.

Menanggapi hal itu, pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa vaksin yang digunakan telah bersertifikat halal, atau setidaknya diperbolehkan dalam kondisi darurat kesehatan. Di sisi lain, tenaga kesehatan juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi.

Orang tua dihimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serius, seperti kesulitan bernapas, demam tinggi disertai lemas, dehidrasi, kejang, atau ruam yang menyebar cepat.

KLB campak di Sumenep menjadi peringatan penting akan perlunya deteksi dini, imunisasi lengkap, serta respons cepat terhadap komplikasi agar lebih banyak nyawa anak dapat diselamatkan. (Anggi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tiga kader Muhammadiyah mengajukan uji materi Pasal 52A dan Penj....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mengajak para pengusaha Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengg....

Suara Muhammadiyah

1 June 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 1 Depok, Sleman (SMP Musade) sukses selenggarakan tryo....

Suara Muhammadiyah

26 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Agribisnis UM Bandung Widhi Netraning Pertiwi mengat....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah