NGAWI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun melakukan kunjungan akademik ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tempurejo di Ngawi.
Rombongan dari UMJT dipimpin oleh Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi; Santosa Pradana Putra Setya Negara, S.Si., M.Biotech, selaku Kepala Bagian Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia (POSDM) UMJT.
Selain itu, Rury Narulita, M.Kes., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LJM UMJT); Galih Wiratmoko, M.Kom., Kabag Administrasi Akademik; dan Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes., Dekan FIK, Ketua, Wakil Ketua, dan dosen STIT Muhammadiyah Tempurrejo, Ngawi menerima rombongan UMJT.
Dr. Fajar Junaedi, menjelaskan bahwa kehadiran UMJT di STIT Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi merupakan upaya untuk membangun jaringan (networking) dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang lebih dekat.
"Tujuannya adalah untuk menciptakan pemahaman dan kerja sama di empat bidang (catur darma) perguruan tinggi: pengajaran, penelitian, pengabdian, dan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Di bidang pengajaran kami menawarkan proses saling tukar menukar dosen, dll., sehingga kami dapat mengakui secara resiprokal setiap kampus. Di STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, dosen UMJT mengajar, dan sebaliknya. atau mengikuti kegiatan akademik. Luarannya adalah rekognisi,” ujarnya.
UMJT berharap ada penelitian kolaboratif dalam hal penelitian. Prakteknya, jika UMJT membutuhkan mitra, mereka dapat bekerja sama dengan STIT Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi, dan sebaliknya. Begitu juga dengan pengabdian, sama dengan penelitian, saling menjadi mitra pengabdian.
Sehubungan dengan kerjasama AIK dan Kemuhammadiyahan, Fajar Junaedi mengatakan UMJT mengajak STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi untuk membangun kesepahaman dan kerjasama untuk mengembangkan kegiatan AIK secara kolektif.
Salah satu contoh kerjasama ini adalah IMM UMJT dengan IMM STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi bisa melakukan kegiatan bersama. "Kami berusaha dari sifat idealis konseptual sehingga mudah diterapkan atau dikolaborasikan," ungkap Fajar.
Selain itu, Fajar Junaedi menyatakan harapan mereka untuk bekerja sama dalam bidang promosi. Hal ini dapat dicapai dengan mempromosikan keberadaan prodi masing-masing kampus di masing-masing daerah.
Misalnya, jika seorang calon mahasiswa dari Ngawi ingin mengambil program studi yang tidak tersedia di STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, tetapi UMJT menawarkan kelas tersebut, STIT akan mempromosikan UMJT kepada calon mahasiswa tersebut.
Sebaliknya, UMJT akan mengarahkan calon mahasiswa ke STIT jika mereka ingin kuliah di program studi yang tidak ada di UMJT. (MJK)

