JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (AFEB PTMA) sukses menggelar Kongres dan Rapat Kerja Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026 dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ) sebagai tuan rumah ini mengangkat tema From Values to Impact: Advancing Digital, Inclusive, Sustainable, and Islamic Economies.
Pembukaan dilaksanakan di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Selasa (04/08/2026). Rangkaian kegiatan meliputi sidang organisasi AFEB PTMA, penyusunan program kerja nasional, 2nd International Conference on Economics, Management and Accounting (ICEMA) 2026, International Collaboration Forum (ICF), penandatanganan kerja sama internasional, hingga berbagai agenda akademik dan kelembagaan lainnya.
Ketua Pelaksana, Dr. Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M., menyampaikan bahwa tema yang diusung menegaskan pentingnya mentransformasikan nilai menjadi dampak nyata di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, inklusi sosial, serta praktik ekonomi yang beretika. Menutunya ICEMA 2026 menjadi wadah internasional untuk bertukar gagasan serta mendiskusikan isu-isu kontemporer di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi.
"Sebanyak 63 artikel ilmiah telah diterima dalam ICEMA 2026 dan akan dipublikasikan dalam prosiding internasional bereputasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan jejaring akademik global," ujarnya.
Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi akademik merupakan fondasi penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan global. Menurutnya transformasi digital yang berlangsung sangat cepat harus tetap berpijak pada nilai sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya harap konferensi ini tidak berhenti pada presentasi hasil penelitian semata, tetapi mampu merekomendasi kebijakan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional maupun global,” ujarnya.
Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa konferensi tersebut bukan sekadar ajang akademik, melainkan panggilan untuk bertindak (call to action) dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi Indonesia di masa depan.
“PTMA memiliki tanggung jawab untuk membangun transformasi ekonomi yang memadukan kemajuan teknologi digital, pembangunan berkelanjutan, keadilan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan Masyarakat,” ungkapnya.
Transformasi Ekonomi Harus Berbasis Nilai dan Berdampak bagi Masyarakat
Dalam sambutannya, Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menegaskan bahwa transformasi ekonomi harus berlandaskan nilai-nilai moral serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ma’mun mengatakan bahwa kolaborasi akademik merupakan fondasi penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan global.
Menurutnya, tema konferensi mencerminkan kondisi dunia yang tengah mengalami perubahan sangat cepat akibat revolusi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi bisnis, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global yang melahirkan paradigma baru dalam ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi.
"Transformasi yang berlangsung sangat cepat harus tetap berpijak pada nilai sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Nilai etika, keadilan, integritas, dan kemanusiaan harus menjadi pondasi setiap inovasi yang kita ciptakan," ujarnya.
Ma’mun menambahkan, dalam perspektif Islam, pembangunan ekonomi tidak hanya diukur melalui peningkatan pendapatan per kapita, tetapi juga dari hadirnya kemaslahatan bersama, pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya akademisi, perumus kebijakan, maupun pelaku ekonomi memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan ketimpangan ekonomi di Indonesia sekaligus memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan publik.
Ma'mun juga berharap konferensi ini tidak berhenti pada presentasi hasil penelitian semata, tetapi mampu menghasilkan jejaring kolaborasi internasional, publikasi ilmiah berkualitas, riset bersama, pertukaran akademik, hingga rekomendasi kebijakan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional maupun global serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pembukaan kongres juga menghadirkan Keynote Speech dari Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M. Selanjutnya, peserta memperoleh materi dari para akademisi dan pakar internasional, yakni Assoc. Prof. Dr. Hakan Aslan dari Sakarya University, Turki; Assoc. Prof. Dr. Shafie Mohamed Zabri dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia; Assoc. Prof. Dr. Narong Hassane dari Fatoni University, Thailand; Prof. Greg Barton dari CPA Australia sekaligus Rektor Deakin University Lancaster; serta Prof. Dr. M. Ishaq Bhatti dari Universiti Brunei Darussalam yang menyampaikan materinya secara daring melalui Zoom.
Penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung sejumlah co-host yaitu Universitas Muhammadiyah (UM) Semarang, UM Sidoarjo, UM Kalianda, UM Yogyakarta, UM Prof. Dr. Hamka, UM Gresik, UM Jember, UM Palopo, UM Kalimantan Timur dan UM Tangerang. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, di antaranya Adira Finance Syariah, Asuransi Takaful Ulum, Ayam Joyo Highres, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, CIMB Auto finance, Mentari Madani, Pertamina, Zurich Insurance, CPA Australia.
Acara semakin semarak dengan penampilan tari tradisional Betawi "Nandak Ajer" yang dibawakan oleh WKS Qastalani sebagai wujud pelestarian budaya lokal dalam forum akademik bertaraf internasional.

