Krisis Lingkungan Tak Bisa Diselesaikan dengan Aksi Simbolik

Suara Muhammadiyah

16 May 2026

295

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Krisis lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui aksi seremonial atau kegiatan simbolik semata. Dibutuhkan perubahan paradigma, gerakan sosial, hingga keberanian mempengaruhi kebijakan publik agar kelestarian lingkungan benar-benar terjaga.

Hal itu disampaikan Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, David Efendi, dalam International Seminar bertajuk “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Eko-Livelihood for Sustainable and Just Societies” yang digelar Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menurut David, persoalan lingkungan saat ini berkaitan erat dengan ketimpangan sosial dan cara pandang manusia terhadap pembangunan ekonomi yang kerap mengabaikan aspek ekologis.

“Kecenderungan kita hari ini selalu berpikir tentang ekonomi, tetapi melupakan ekologi. Padahal sustainability economy harus berjalan seimbang dengan sustainability ecology,” ujarnya.

David yang merupakan Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menjelaskan, gagasan Islam transformatif yang diperkenalkan cendekiawan Moeslim Abdurrahman menjadi inspirasi penting dalam membangun gerakan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Islam transformatif lahir dari kegelisahan terhadap kemiskinan dan ketidakadilan. Dakwah tidak hanya bicara kesalehan ritual, tetapi bagaimana menghadirkan keberpihakan kepada kaum pinggiran dan membangun gerakan sosial,” katanya.

Menurutnya, semangat tersebut relevan dengan pengembangan green Al-Ma’un movement yang menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari nilai keislaman dan gerakan pemberdayaan masyarakat.

Dalam seminar itu, David juga menyoroti rendahnya literasi lingkungan di masyarakat yang membuat persoalan ekologis terus berulang, mulai dari sampah plastik hingga kerusakan hutan.

“Masalah lingkungan tumbuh begitu cepat setiap saat, tetapi respons kita sering kali terlalu kecil. Karena itu kita tidak cukup hanya berhenti pada aksi simbolik seperti menanam pohon atau membersihkan sungai. Yang lebih penting adalah bagaimana mendorong perubahan kebijakan,” tegasnya.

Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan karena dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Perempuan adalah khalifah fil ardh. Dari bangun tidur sampai kembali tidur, perempuan memiliki ruang besar untuk membangun kesadaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

David mencontohkan persoalan sampah plastik yang terus meningkat setiap hari sebagai tantangan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas perempuan muda. Karena itu, ia mendorong Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat gerakan lingkungan berbasis komunitas yang dimulai dari langkah sederhana namun berdampak nyata.

“Menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Tidak selalu harus menghentikan proyek besar. Kegiatan kecil tetapi konsisten dan berdampak justru bisa menjadi gerakan sosial yang kuat,” katanya.

Ia juga mengusulkan pemberdayaan perempuan melalui pengembangan bibit tanaman dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekologis sekaligus ketahanan ekonomi.

“PPNA harus mendukung gerakan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Target akhirnya adalah menciptakan kelestarian semesta,” pungkas David.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Tampilan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo (Sdmuh1solo) Jawa Tengah ikut....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan bersama Tim SATUMU MPI ....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Program stu....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

BARRU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru) menggelar Wisuda Sarjana ke....

Suara Muhammadiyah

23 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan berbaga....

Suara Muhammadiyah

20 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah