JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture (Kuliah Pakar) dengan mengangkat tema "Etnobotani: Potensi Tumbuhan di Indonesia untuk Pengembangan Etnomedisin".
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/4) ini digelar secara tatap muka di Smart Classroom FKIP UHAMKA. Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Biologi yang antusias untuk memperdalam integrasi ilmu biologi dengan kearifan lokal. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKIP UHAMKA Purnama Syae Purrohman, Ph.D. dan didampingi oleh Kaprodi pendidikan Biologi FKIP UHAMKA Dr. Rizkia Suciati, M.Pd.
Dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa mahasiswa harus mampu membawa kearifan lokal ke ranah ilmiah. "Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah termasuk ribuan jenis tumbuhan obat. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana kearifan lokal tersebut tidak berhenti sebagai kebiasaan masa lalu, melainkan diangkat ke ranah saintifik modern melalui riset dan inovasi,” tegasnya.
Untuk membedah potensi besar kekayaan alam Indonesia, Prodi Pendidikan Biologi UHAMKA menghadirkan narasumber ahli, yaitu Dr. Abdul Rasyid Fakhrun Gani, S.Pd., M.Pd.
Abdul merupakan Peneliti di Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang fokus pada bidang Etnoekologi dan Konservasi.
Dalam paparannya, Dr. Abdul Rasyid menjelaskan betapa melimpahnya biodiversitas tumbuhan di Indonesia yang telah lama dimanfaatkan oleh berbagai suku bangsa sebagai obat tradisional (etnomedisin). Beliau juga menekankan pentingnya riset ilmiah dan konservasi agar pengetahuan lokal ini dapat dikembangkan menjadi produk medis modern yang teruji tanpa merusak ekosistem.
Pihak program studi menyatakan bahwa agenda Guest Lecture ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA untuk selalu memperbarui wawasan keilmuan mahasiswa langsung dari para praktisi dan peneliti di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori botani di dalam kelas, tetapi juga mampu melihat peluang riset, inovasi, serta pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan obat asli Indonesia demi masa depan dunia kesehatan.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang dinamis antara mahasiswa dan narasumber, serta foto bersama sebagai tanda berkahirnya kegiatan Guest Lecture ini.(HEN/TIM)

