Kunci Sukses Proposal Hibah Internasional

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

677
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., berbagi pengalaman dan strategi mengenai pentingnya mengakses hibah internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas riset dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Obby mengajak untuk melihat hibah internasional bukan semata sebagai sumber pendanaan, melainkan sebagai pintu masuk membangun jejaring kolaborasi global dan memperluas dampak penelitian.

Ia menyampaikan, keterlibatan akademisi dalam skema pendanaan luar negeri berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat posisi universitas dalam percaturan akademik internasional.

“Ketika kita terlibat dalam hibah internasional, kita sedang membuka ruang dialog dengan peneliti lintas negara dan membawa isu-isu lokal untuk dibahas di level global,” ungkap Obby, Kamis, (5/2).

Lebih lanjut, Obby membagikan karakteristik umum proposal hibah internasional yang kompetitif. Menurutnya, proposal harus berangkat dari pernyataan masalah yang jelas, memiliki relevansi kuat dengan tantangan global maupun lokal, serta menawarkan kebaruan yang bernilai akademik.

Ia menambahkan, lembaga donor internasional juga menilai sejauh mana riset memberikan dampak sosial yang nyata dan memiliki keberlanjutan program setelah pendanaan berakhir.

Dalam kesempatan itu, Obby turut memetakan peluang topik strategis yang potensial dikembangkan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, khususnya isu pendidikan moral dan karakter, pembelajaran berbasis layanan (service learning), serta pendidikan inklusif.

Selain itu, isu migrasi, multikulturalisme, dan tantangan pendidikan di masyarakat majemuk dinilai relevan jika dikaitkan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurutnya, penyelarasan topik riset dengan isu global menjadi strategi penting agar proposal memiliki daya saing di tingkat internasional dan mampu menarik minat lembaga donor.

Bagi akademisi pemula, Obby menyarankan untuk membangun rekam jejak secara bertahap melalui hibah skala kecil, publikasi di jurnal bereputasi, serta keaktifan dalam jejaring penelitian internasional.

Ia juga mendorong dosen untuk aktif belajar dari proposal-proposal yang telah berhasil didanai sebagai referensi dalam merangkai narasi proposal yang kuat.

Melalui sesi berbagi ini, lanjutnya, diharapkan semakin banyak dosen UMS yang terdorong berani menembus hibah internasional, sehingga kontribusi akademisi UMS dapat memberi dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat global. (Yusuf/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kampus berdampak, bagi lingkungan masyarakat, segera diwujudkan STIE M....

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

Berita

CANBERRA, Suara Muhammadiyah - Sabtu, 2 Maret 2024, di Wisma Atdikbud, 19 Culgoa Circuit, O'Malley, ....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Musyda PDPM Lamongan dihadiri anggota DPR, PDM dan PWPM Jawa Timur. T....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Belakangan ini dekolonisasi menjadi topik yang lumayan banyak diperbin....

Suara Muhammadiyah

6 August 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmennya dalam ....

Suara Muhammadiyah

16 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah