FOSHAN, Suara Muhammadiyah - Rombongan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan pendidikan ke Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School, Kota Foshan, Provinsi Guangdong, China, sejak Senin-Jumat (14-18/9/2026). Dalam rombongan tersebut turut hadir Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan menggali praktik baik pengelolaan pendidikan di tingkat internasional.
Dalam pemaparannya, pihak sekolah memperkenalkan konsep Sheng Kai Shaonian yang secara maknawi menggambarkan cita-cita membentuk generasi muda yang terus berkembang, memiliki semangat, kemampuan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan.
"Budaya sekolah, terbuka, maju, dan terus berkembang," kata Bambang Kusmiyanto sebagai Kepala Sekolah SMP Mutu Plus Cilacap sekaligus Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah.
Salah satu hal menarik yang dipelajari adalah bagaimana sekolah membangun budaya dan identitas sekolah sebagai sebuah brand pendidikan. Sekolah menekankan tiga karakter utama dalam budaya sekolah.
"Keterbukaan dan inklusivitas, semangat maju dan berani melakukan terobosan. Kecintaan terhadap pembelajaran dan inovasi," ujarnya.
Semangat tersebut dirangkum dalam filosofi mengikuti perkembangan zaman dan terus memperkuat diri, sehingga sekolah berusaha membangun peserta didik yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan.
"Membentuk generasi yang berkembang secara utuh," tandasnya.
Presentasi juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah tidak hanya diarahkan pada prestasi akademik. Peserta didik dibekali berbagai kemampuan kehidupan, antara lain merencanakan masa depan, membangun kesadaran sosial, mengenali potensi diri, menguasai pengetahuan dan keterampilan, menggunakan perangkat cerdas, berolahraga, memasak sederhana, mengapresiasi karya seni, melakukan kegiatan sosial, serta memiliki keterampilan dasar menulis dengan baik.
Pendekatan ini menunjukkan perhatian sekolah terhadap pembentukan kemandirian dan kecakapan hidup, sehingga pendidikan tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik.
"Pemanfaatan DeepSeek dan platform digital," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatian rombongan Muhammadiyah adalah pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pengembangan peserta didik.
Dalam presentasi ditampilkan konsep DeepSeek yaitu pemanfaatan DeepSeek untuk mendukung pengembangan Sheng Kai Shaonian. Sekolah juga memiliki platform digital yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas dan pemantauan perkembangan peserta didik.
Platform tersebut memperlihatkan bagaimana data siswa dapat digunakan untuk memberikan gambaran perkembangan mereka, termasuk aktivitas, minat, pengalaman, dan capaian siswa.
"Bagi SMP Mutu Plus Cilacap yang sedang mengembangkan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA), pengalaman ini menjadi bahan refleksi yang sangat relevan: AI tidak hanya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi dapat diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan peserta didik," paparnya.
Fleksibilitas jalur pendidikan adanya tiga model jalur pendidikan, yaitu jalur menuju sekolah menengah umum, jalur 3+4 yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan pendidikan tinggi, serta jalur pendidikan menengah kejuruan.
Hal ini menunjukkan adanya upaya sekolah menyediakan beragam pilihan sesuai potensi dan rencana masa depan peserta didik.
"Inspirasi untuk SMP Mutu Plus Cilacap dengan kunjungan ini memberikan sejumlah inspirasi yang dapat dikaji dan diadaptasi oleh SMP Mutu Plus Cilacap, khususnya dalam pengembangan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA," jelasnya.
Yang dapat dipelajari bukan sekadar fasilitas sekolah, tetapi cara sekolah membangun sistem, budaya sekolah, karakter peserta didik, pembelajaran, teknologi/AI, pengembangan, potensi dan kesiapan masa depan.
"Kepala SMP Mutu Plus Cilacap dapat membawa pulang gagasan penting bahwa sekolah modern perlu memiliki identitas dan budaya yang kuat, pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, pemanfaatan teknologi dan AI, serta sistem yang membantu setiap peserta didik mengenali dan mengembangkan potensinya," tandasnya.
Kunjungan ke Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School menjadi bagian penting dari perjalanan belajar tim Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah di Guangzhou-Foshan-Shenzhen. "Bagi SMP Mutu Plus Cilacap, pengalaman tersebut bukan sekadar kunjungan internasional, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat praktik pendidikan dari perspektif yang lebih luas dan menemukan gagasan yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan sekolah," jelasnya.
"Datang untuk melihat, belajar untuk memahami, dan pulang untuk membawa perubahan," pungkasnya. (Wasis)

