Lafaz Takbir

Suara Muhammadiyah

1 June 2026

455
Ust.Ibnu saat menyampaikan kajian. (Foto:Eka)

Ust.Ibnu saat menyampaikan kajian. (Foto:Eka)

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dr. H. Ibnu Hasan, MAg mengisi materi kajian tentang lafaz takbir. Kajian ini disampaikan dalam kajian Ahad pagi bakda subuh tanggal 31 Mei 2026. Kajian dihadiri oleh sekitar 200an jamaah. Kajian rutin mingguan ini tetap berjalan seperti biasa meskipun masih berdekatan dengan kegiatan Iedul Kurban.

Bisa dikatakan setiap hari, minimal 17 kali dalam salat fardu, lisan kita mengikrarkan sebuah kalimat yang sangat agung. Sebuah kalimat yang menjadi pembuka ibadah terpenting kita, yang mengiringi setiap perpindahan gerakan salat, dan yang menggetarkan langit saat hari raya tiba. Kalimat itu adalah Takbir: Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Dalam syariat Islam, ucapan takbir (“Allahu Akbar”) memiliki tempat yang sangat penting. Ust.Ibnu menyampaikan bahwa takbir bukan sekadar lafaz, tetapi juga tanda pengagungan kepada Allah SWT. Pertama adalah ucapan takbir dalam shalat yaitu yang pertama adalah Takbiratul Ihram: Ucapan pertama “Allahu Akbar” yaitu  saat memulai shalat, sebagai tanda masuk ke dalam ibadah. Kedua adalah saat perpindahan gerakan (Takbir Intiqal) yaitu  Setiap kali berpindah posisi (dari berdiri ke rukuk, dari sujud ke duduk, dll.), imam maupun makmum mengucapkan takbir.

Kedua adalah saat Iedul Fitri maupun Iedul Adha. Takbir Mursal (umum): Dimulai sejak malam Idulfitri hingga sebelum shalat Id. Takbir Muqayyad (terikat): Pada Iduladha, dibaca setelah shalat fardhu mulai Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah (akhir hari tasyrik).

Selanjutnya disampaikan takbir ketiga adalah Saat Menyembelih Hewan Kurban atau Sembelihan Halal. Disampaikan Ust. Ibnu bahwa disunnahkan membaca Bismillah dan Allahu Akbar ketika menyembelih hewan, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan penegasan bahwa sembelihan dilakukan atas nama-Nya.

Selanjutnya disampaikan lebih lanjut adalah  takbir dalam Adzan dan Iqamah. Lafaz Allahu Akbar diulang empat kali di awal adzan, dan dua kali di awal iqamah, sebagai penegasan kebesaran Allah sebelum panggilan shalat.

Takbir yang kelima adalah saat menghadapi peristiwa penting. Disampaikan bahwa ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, mendengar kabar gembira, atau menghadapi musibah, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan Allahu Akbar sebagai bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah.

Sebagai penutup Ust.Ibnu menekankan bahwa takbir adalah simbol tauhid dan pengagungan Allah. Bedakan antara takbir yang wajib (misalnya takbiratul ihram dalam shalat) dan yang sunnah (takbir hari raya, sembelihan, dzikir). Dengan kajian ini diharapkan jamaah makin memahami dan mengerti mengenai lafaz takbir yang sudah digunakan  dalam kehidupan sehari-hari. (Eka)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – MA Muhammadiyah Kudus, Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Sua....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali menunjukkan komit....

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhamma....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

OKU, Suara Muhammadiyah - Lazismu OKU Timur kolaborasi dengan organisasi dan komunitas di lingkungan....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Puncak perayaan Milad ke-57 SD Muhammadiyah Gunungpring berlang....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah