Launching Rumah Kader, MPKSDI Ajak Seluruh Kader se-Alam Semesta Maksimalkan Fasilitas Perkaderan
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perkaderan memiliki implikasi serius terhadap keberlanjutan Muhammadiyah di masa depan. Sehingga kedudukan kader dalam lanskep organisasi berada dalam posisi sangat strategis. Yakni sebagai pelangsung sekaligus penyempurna Amal usaha Muhammadiyah. Melihat kenyataan itu, sekaligus sebagai bentuk respon konkrit terhadap dinamika perkaderan, MPKSDI (Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan soft launching Rumah Kader yang beralamatkan di Jl. Kaliurang Gg. Bima No. 45 KM 8, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa peresmian rumah kader merupakan wujud keseriusan MPKSDI mempersiapkan kader-kader berkualitas. Sebagai wadah pembinaan dan penggemblengan para kader Persyarikatan, rumah kader dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Para kader dapat menempati dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada untuk peningkatan kapasitas dan kualitas diri kader.
“Kita punya tempat di sini untuk menempa kader-kader kita,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Bach tersebut menjelaskan bahwa rumah kader merupakan tempat yang dipersiapkan khusus untuk peningkatan kapasitas dan kualitas kader-kader muda Muhammadiyah. Tempat ini, dalam jangka panjang dan menengah diproyeksikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan terintegrasi, dan menjadi rumah bersama untuk penguatan ideologi dan kapasitas kader.
“Harapannya dalam waktu satu tahun ke depan, kita akan melakukan pembangunan. Melengkapi, mempercantik, dan memfungsionalkan bangunan secara lebih proper. Sehingga dalam proses pengembangan, peningkatan kapasitas, dan pelatihan bisa lebih maksimal,” paparnya.
Ia berpesan kepada seluruh kader Muhammadiyah se-alam semesta untuk bisa memanfaatkan secara maksimal rumah kader yang pada hari Ahad, 25 Oktober 2026 telah diresmikan.
“Kepada kader Muhammadiyah yang berada di luar Jogja, kalau ada pelatihan baitul arqam on the road, silahkan untuk memanfaatkan rumah kader yang ada di Jl. Kaliurang 8 KM,” ajak Gus Bach.
Tidak hanya diperuntukkan bagi para kader yang memiliki agenda pelatihan maupun penguatan ideologi, Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut juga mempersilahkan para kader yang ingin menginap setelah menempuh perjalanan jauh tanpa dipungut biaya alias gratis.
Sugiono, Pengelola Rumah Kader dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan memiliki arti yang sangat luas, yaitu melahirkan, menumbuhkan, dan mengembangkan kader ortom menjadi kader Persyarikatan, kader umat, kader bangsa, kader kemanusiaan, bahkan menjadi kader alam semesta.
Selain bertugas membina para kader, MPKSDI juga memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya insani. Bagaimana mendorong insan-insan Muhammadiyah menjadi motor penggerak kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
“Jadi lahan semuanya ini seluas 1.690 meter. Sebagai Pusdiklat sepertinya belum patut. Tapi kita bermimpi punya Pusdiklat. Maka dalam jangka pendek, hari ini sudah terlaksana yaitu tahap peresmian. Jangka menengah, akan kita lakukan pembangunan gedung untuk melengkapi bangunan yang sudah ada biar agak pantas sebagai rumah kader,” jelas Sugiono dihadapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran pengurus MPKSD PP Muhammadiyah, dan beberapa perwakilan ortom yang datang memenuhi undangan. (diko)