Lompatan Global Sekolah Muhammadiyah

Publish

25 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
83
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah Gelar Workshop Penguatan International Class Program (ICP) di Solo

SOLO, Suara Muhammadiyah — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan workshop bertajuk “Elevating ICP Excellence: Global Benchmarking, Digital Transformation, and Pedagogical Mastery” di Aston Solo Hotel pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kapasitas sekolah Muhammadiyah dalam mengembangkan International Class Program (ICP) yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Workshop diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru bidang studi IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. 

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Tengah, Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan ICP merupakan bagian dari program prioritas Majelis, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas sekolah menuju kategori unggul dan premium. Ia menggarisbawahi target strategis PWM Jawa Tengah untuk memiliki minimal 35 sekolah ICP yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi menuju International School of Muhammadiyah (ISM) di masa depan  .

Rohmat juga menekankan bahwa penguatan ICP tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga transformasi menyeluruh yang mencakup tata kelola, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi layanan pendidikan, serta pembentukan karakter siswa. Dalam konteks ini, ia menegaskan pentingnya tiga pilar transformasi sekolah Muhammadiyah, yaitu keunggulan akademik (excellence), keterampilan masa depan (future skills), dan keunggulan karakter (character), sebagai fondasi dalam membangun sekolah yang adaptif dan relevan dengan tantangan global.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech oleh R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., Wakil Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah harus dipahami sebagai strategi peningkatan mutu yang komprehensif, bukan sekadar pelabelan “kelas internasional” atau “bilingual”. Hal ini sejalan dengan kerangka dalam Terms of Reference (TOR) yang menegaskan bahwa ICP merupakan upaya integratif yang menggabungkan kurikulum nasional, standar global, serta nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan  .

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam pengembangan ICP, yaitu global benchmarking, digital transformation, dan pedagogical mastery. Global benchmarking menuntut sekolah untuk menggunakan standar internasional seperti Global Scale of English (GSE) dan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) sebagai alat ukur objektif terhadap capaian pembelajaran. Sementara itu, transformasi digital diposisikan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat pembelajaran, asesmen, dan manajemen sekolah berbasis data. Adapun pedagogical mastery menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran menuju pendekatan student-centered learning, dengan fokus pada active learning dan deep learning.

Dalam paparannya, Alpha juga menegaskan bahwa internasionalisasi tidak boleh menghilangkan jati diri Muhammadiyah. Sebaliknya, standar global harus diposisikan sebagai alat untuk memperkuat mutu, sementara nilai-nilai Islam Berkemajuan tetap menjadi arah utama pendidikan. Dengan demikian, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan relevan secara sosial di tingkat global.

Memasuki sesi berikutnya, workshop dilanjutkan dengan tiga sesi paralel yang dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan berbagai pemangku kepentingan di sekolah. Berdasarkan rundown kegiatan, sesi paralel dibagi ke dalam tiga ruang utama  .

Pada Ruang A, yang ditujukan bagi kepala sekolah dan pimpinan unit pendidikan, dibahas tema Strategic Management. Narasumber Iin Hermiyanto memaparkan perbedaan mendasar antara ICP dan kelas berbasis kurikulum internasional, sekaligus menekankan pentingnya pengelolaan sekolah berbasis data. Ia juga mengangkat isu data-driven school management, termasuk penggunaan standar GSE dalam mengukur kompetensi guru dan kualitas lulusan secara objektif. Selain itu, sesi ini juga membahas strategi branding dan keberlanjutan program ICP agar tidak hanya menarik secara promosi, tetapi juga kuat secara substansi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ruang B yang diperuntukkan bagi guru Bahasa Inggris menghadirkan Tina Priyantin sebagai narasumber dengan fokus pada Pedagogical Mastery. Ia menekankan pentingnya penerapan deep learning dalam kelas ICP, yaitu pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi pada pemahaman konseptual yang mendalam dan kemampuan berpikir kritis siswa. Ia juga memperkenalkan berbagai strategi active learning yang berpusat pada siswa, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam asesmen modern, termasuk placement test, progress monitoring, dan automated progression.

Di Ruang C, yang diperuntukkan bagi guru IPA dan Matematika, Hana Sofiyana membawakan materi serupa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik bidang studi sains dan numerasi. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, ia juga membahas strategi asesmen berbasis teknologi untuk mengukur capaian belajar siswa secara lebih akurat dan berkelanjutan.

Workshop ini ditutup dengan sesi pleno berupa penyusunan action plan dan refleksi bersama. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan ICP di sekolah masing-masing, termasuk pemetaan kesiapan, penguatan kapasitas guru, serta strategi implementasi bertahap yang berkelanjutan. Pendekatan roadmap yang diusung menekankan tiga tahap utama, yaitu readiness, capacity building, dan scaling, sehingga pengembangan ICP tidak dilakukan secara instan, tetapi melalui proses yang terukur dan sistematis.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Tengah dengan Pearson, CNL Books, dan Praxis Publishing Singapore. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara lembaga pendidikan nasional dan mitra global dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Secara keseluruhan, workshop ini berhasil membangun kesepahaman kolektif mengenai arah pengembangan ICP di lingkungan Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komitmen pimpinan sekolah dan guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan global, tanpa kehilangan identitas nilai yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah. Dengan langkah ini, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi model pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat kajian Islam berkemajuan, Majelis Pustaka....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

FH UMJ Gelar Seminar Internasional JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Hukum Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Dosen Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhamamdiyah - SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Pekalongan, memiliki nahkoda baru un....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

PUWOREJO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo (FIS UMPwr) m....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah