Mahasiswa Asing Mancanegara Tamatkan Belajar Bahasa Indonesia di UMM

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

1019
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Closing Ceremony program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. Acara ini menjadi penutup masa pembelajaran bagi mahasiswa asing penerima beasiswa Darmasiswa, KNB, SUMMIT, dan NAM yang telah belajar di UMM selama setahun terakhir.

Suasana meriah terlihat sejak awal acara. Mahasiswa asing tampil memukau dengan beragam pertunjukan seni budaya Indonesia. Mereka menarikan tarian tradisional, membacakan puisi dan dongeng dalam bahasa Indonesia, menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia, memainkan gamelan, serta menyanyikan lagu-lagu daerah. Penampilan-penampilan ini menjadi bukti keberhasilan mereka dalam memahami bahasa dan budaya Indonesia secara mendalam.

Terkait hal ini, Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. mengungkapkan kebanggaannya terhadap para mahasiswa asing yang telah menyelesaikan program dengan semangat dan cinta terhadap Indonesia.

“Penampilan hari ini adalah simbol keberhasilan kalian. Bahasa Indonesia bukan hanya dipelajari, tetapi juga dihayati. Kalian adalah duta-duta budaya Indonesia yang akan membawa cerita tentang bangsa ini ke dunia,” ujarnya.

Adapun program BIPA UMM telah berlangsung sejak tahun 1990 dan resmi dikelola secara struktural pada 2006. Melalui program ini, mahasiswa asing mempelajari bahasa dan budaya Indonesia dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Beasiswa Darmasiswa dan KNB didanai oleh pemerintah Indonesia, sedangkan SUMMIT dan NAM merupakan program beasiswa internal UMM. Kurikulum yang digunakan seluruhnya seragam, berfokus pada penguasaan bahasa serta pemahaman budaya Nusantara.

Kepala UPT BIPA UMM, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si., menyampaikan bahwa hingga kini ratusan mahasiswa asing telah mengikuti program tersebut. Ia menilai bahwa program BIPA menjadi wujud konkret kontribusi UMM dalam menginternasionalkan Bahasa Indonesia.

“Kami tidak hanya mengajarkan bahasa, tapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan Indonesia. Ini bukan sekadar proses belajar, tetapi jembatan antarbangsa yang memperkuat hubungan global,” kata Arif.

Salah satu mahasiswa, Cici asal Vietnam, mengungkapkan rasa cintanya terhadap Indonesia. “Belajar di UMM sangat menyenangkan. Saya merasa sangat beruntung bisa belajar di sini. Saya suka guru-gurunya, teman-temannya, dan makanan Indonesia. Saya cinta Indonesia dan ingin kembali ke sini suatu hari nanti,” ujarnya.

Melalui program ini, UMM tidak hanya membangun reputasi internasional, tetapi juga menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia dapat menyatukan beragam latar belakang budaya. Penutupan program ini bukanlah akhir, melainkan awal dari jalinan diplomasi budaya yang akan terus tumbuh melalui bahasa Indonesia. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebuah era baru yang penuh harapan telah dimulai di MI Muhammadiyah Man....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Expo Museum Muhammadiyah, Expo PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

16 November 2025

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Pemeriksaan kesehatan gratis memeriahkan rangkaian kegiatan Hari Sy....

Suara Muhammadiyah

2 March 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Senam sehat Milad ke-105 Mu’allimin yang diikuti 3.000 orang pese....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam acara Innovative Leadership Forum di Suara Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah