Mahasiswa UMP Dorong Kemandirian Pangan di LKSA Lewat Sistem Aquaponik

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

641
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) bertema “Peningkatan Kemandirian Pangan Anak-Anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Purwokerto dengan Sistem Bio-Entrepreneur.”

Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan dan keterampilan kewirausahaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Children Center (MCC) melalui penerapan sistem aquaponik, yakni sistem budidaya ikan dan tanaman yang saling terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan sejak Juli hingga Oktober 2025 di LKSA Putra Muhammadiyah Purwokerto dan melibatkan 50 anak asuh berusia 12 hingga 23 tahun.

Ketua Tim PKM-PM, Farid Jihadi Hanif, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan bagi anak-anak LKSA. “Kami ingin menanamkan nilai kemandirian melalui praktik langsung. Anak-anak tidak hanya belajar menanam sayuran dan memelihara ikan, tetapi juga diajarkan mengelola hasilnya secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pelatihan praktik mulai dari penyemaian bibit kangkung, penebaran benih ikan lele, hingga perawatan dan panen. Anak-anak juga mendapatkan pelatihan digital marketing untuk mempromosikan hasil panen melalui media sosial. Tim telah membuat akun Instagram, TikTok, dan YouTube dengan nama @pkmpm_papmpwt sebagai sarana publikasi dan edukasi digital.

Selain itu, tim mahasiswa turut mengembangkan website E-Ponic sebagai profil digital LKSA sekaligus platform promosi produk hasil kegiatan aquaponik. Program ini juga menghasilkan buku pedoman mitra yang didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menandai lahirnya inovasi baru dalam penerapan sistem Bio-Entrepreneur berbasis aquaponik.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman anak-anak LKSA mengenai sistem aquaponik. Nilai rata-rata pre-test yang semula 45,93% meningkat menjadi lebih dari 80% pada post-test. Panen perdana kangkung dan ikan lele menjadi capaian konkret program yang menandai keberhasilan pelatihan ini.

Pengurus LKSA Putra Muhammadiyah Purwokerto mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMP tersebut. Mereka menilai kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri anak-anak. “Program ini sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi lebih mandiri dan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan di masa depan,” ujar salah satu pengurus LKSA.

Melalui program PKM-PM ini, mahasiswa UMP tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan ketahanan pangan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai LKSA lainnya di Indonesia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menerima mandat pembukaan Prog....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim mengatakan da....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menekankan....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Kamis, 19 Oktober 2023 SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta atau yan....

Suara Muhammadiyah

31 October 2023

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Gedung Arofah, Komplek SMK Muhammadiyah 3 Klaten, pelantik....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah