Mahasiswi UMY Raih Best Talent Miss Hijab DIY 2025

Publish

20 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
628
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Oktari Tri Yani, atau yang akrab disapa Okta, adalah mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2023. Perempuan asal Lampung ini berhasil meraih penghargaan Best Talent dalam ajang Miss Hijab DIY 2025, sebuah pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Okta kini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda melalui semangat, pencapaian, dan gagasannya.

“Saya awalnya hanya iseng ikut. Tahun sebelumnya saya sempat mendaftar, tapi tidak saya lanjutkan karena kurang percaya diri dan pesimis. Tapi tahun ini saya nekat mencoba lagi, dan Alhamdulillah bisa lolos sampai ke tahap akhir,” terang Okta saat diwawancarai di Lobi Gedung AR Fachruddin A, Kamis (19/6).

Keikutsertaannya dalam ajang ini bukan semata-mata demi tampil di atas panggung, melainkan sebagai sarana pengembangan diri. Ia ingin memperkuat kemampuan public speaking, membangun karakter, dan mengasah kepercayaan diri sebagai muslimah yang anggun dan inspiratif.

“Saya ingin belajar banyak hal, mulai dari modeling sampai kemampuan berbicara di depan umum. Ini juga jadi ajang untuk menambah pengalaman dan membangun relasi baru,” ujarnya.

Perjalanan menuju panggung final tidak selalu mulus. Okta harus melalui berbagai tahap seleksi, mulai dari seleksi berkas, audisi catwalk , penampilan bakat, hingga wawancara. Salah satu pengalaman tak terlupakannya adalah saat ia terjatuh saat proses video shooting. “Itu pertama kalinya saya pakai heels 15 cm. Saya jatuh di depan banyak orang, tentu sangat malu. Tapi saya coba bangkit dan melanjutkan lagi dengan percaya diri,” ucapnya.

Penampilan puisi yang dipadukan dengan gerakan pencak silat menjadi titik balik dalam kompetisi. Kombinasi itu membawanya ke dalam lima besar finalis yang masuk nominasi Best Talent . “Dari awal penugasan saya belum pernah masuk kategori Top . Tapi saat menampilkan puisi dan silat, itulah momen saya bisa menonjol. Dan akhirnya, saya sangat bersyukur bisa meraih penghargaan Best Talent ,” ungkapnya.

Bagi Okta, hijab bukanlah batasan, melainkan kekuatan. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab juga bisa tampil percaya diri, berkarya, dan berdaya. “Hijab bukan alasan untuk tidak bisa. Kita bisa jadi atlet, seniman, aktivis, atau apapun yang kita inginkan, sambil tetap menjaga nilai-nilai sebagai muslimah,” tegasnya.

Namun, perjalanan Okta juga diwarnai keraguan dari orang-orang di sekitarnya. Ia pernah diremehkan dan dianggap tidak mampu bersaing. “Ada yang bilang ‘kamu yakin bisa?’. Itu cukup menyakitkan, tapi juga jadi bahan bakar semangat saya untuk membuktikan bahwa perempuan berhijab juga bisa berprestasi,” ujarnya.

Sebagai penutup, Okta menyampaikan pesan kuat untuk sesama perempuan muda: jangan pernah meremehkan diri sendiri. “Jangan pernah anggap perempuan itu tidak berdaya. Kita bisa berkarya, berprestasi, bahkan sampai level internasional. Kalau ada yang meremehkan, buktikan lewat prestasi. Jangan berhenti hanya karena komentar orang. Kita bisa, dan dunia harus tahu itu,” pungkasnya. (Mut/m)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Sertifikasi halal bukan sekadar pengakuan kehalalan suatu produk....

Suara Muhammadiyah

18 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih rekognisi dengan m....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Pengajian Ramadan 1445 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – MTs Muhammadiyah Karangkajen (Muhakarta) merayakan milad ke-4....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Forum Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah (Forpama) ....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024