SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Rapat Koordinasi (Rakor) dan Diklat Ketakmiran Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya resmi ditutup pada Sabtu (18/1/2026) dengan penyerahan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan peserta yang dinilai aktif serta berkontribusi nyata dalam penguatan dakwah masjid.
Pada sesi penutupan, panitia mengumumkan PCM dengan jumlah peserta terbanyak dalam rakor. PCM Kenjeran tercatat sebagai peserta terbanyak dengan 22 orang, disusul PCM Ngagel dengan 12 peserta dan PCM Gubeng dengan 11 peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, PCM dengan partisipasi tertinggi mendapatkan penghargaan berupa buah durian, simbol kebersamaan dan semangat kolektif dalam menghidupkan dakwah.
Selain itu, Majelis Tabligh PDM Surabaya juga memberikan penghargaan kepada PCM pelaksana Masjid Safari Subuh terbanyak. Penghargaan tersebut diraih oleh PCM Karangpilang, PCM Gubeng, PCM Sukolilo, PCM Bubutan, dan PCM Gunung Anyar.
Masing-masing penerima memperoleh piagam penghargaan yang dapat dipajang di kantor PCM sebagai penguat semangat dan akuntabilitas program dakwah.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada peserta dengan semangat militansi tinggi.
Salah satunya adalah Sjamsu Hadi dari Masjid Asy Syuhada, Ngagel, yang mendapat julukan “Pejuang Gowes” setelah mengikuti rakor dengan menggunakan sepeda dari ngagel Surabaya ke Hotel Newstart Trawas.
Upaya tersebut diapresiasi sebagai bentuk dakwah ramah lingkungan sekaligus keteladanan dalam berjuang memakmurkan masjid.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya, Imam Sapari, S.HI., M.Pd.I., dalam sambutan penutupannya mengajak seluruh peserta untuk tetap istiqamah dan bersemangat dalam berjihad melalui dakwah masjid.
“Jihad kita hari ini adalah menjaga dan memakmurkan rumah Allah. Jangan lelah berkhidmat, karena masjid adalah pusat kebangkitan umat,” ujarnya.
Menurut Imam Sapari, penghargaan yang diberikan bukan semata-mata hadiah, melainkan bentuk motivasi agar PCM dan takmir masjid terus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat), khususnya dalam menggerakkan jamaah dan membangun masjid Muhammadiyah yang berdaya dan berkemajuan.
Penutupan rakor berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. MT PDM Kota Surabaya berharap semangat partisipasi, inovasi, dan kolaborasi yang terbangun selama rakor dapat berlanjut dalam implementasi program dakwah di tingkat cabang dan ranting. (Syahroni/Riz)

