DEPOK, Suara Muhammadiyah – Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Bojongsari, Sawangan, Kota Depok Jawa Barat memulai aktivitas peribadatannya perdana dengan salat Jumat. Pelaksanaan Salat Jumat ini dihadiri Danramil Kapten Inf Sumarno, Kapolsek Kompol Yefta Ruben Hasian Aruan, Camat Bojongsari Rijal Farhan, PCM Bojongsari: Dr. Zamah Sari dan jajaran, PRM se-Bojogsari dan masyarakat setempat.
Sebagai khatib, Edi Djunaedi Kamil dan Muazin Muhammad Labib Zuhdi. Dalam khutbahnya, Edi mengingatkan puasa Ramadhan sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan. Sekaligus juga memberikan pelajaran dalam dimensi sosial.
“Orang yang bertakwa tidak hanya menjaga diri dari maksiat, tetapi juga peduli terhadap sesama. Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk membentuk dimensi sosial itu,” terangnya Jumat (21/2).
Edi menyebut, takwa bukan hanya sebatas ritual keagamaan, namun merupakan sebuah komitmen menyeluruh untuk menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
“Puasa Ramadhan merupakan sarana yang tepat untuk membentuk ketakwaan sosial. Orang yang bertakwa tidak hanya menjaga diri dari maksiat, tetapi juga peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Bersamaan dengan itu, ketakwaan merupakan tolak ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah. “Tidak peduli pangkat, jabatan, harta, ataupun keturunan, yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling bertakwa,” urainya.
Ditambahkan oleh Edi, Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk menahan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat mendorong manusia untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji, seperti berkata-kata kasar, menipu, dan membicarakan kejelekan orang lain.
“Dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut dan menggantinya dengan perilaku yang lebih baik. Kita belajar untuk lebih bersabar, menahan diri dari berkata kasar, dan menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak baik,” tegasnya. (Cris/Tia)