Masa Lalu Sarat dengan Pengalaman, Masa Depan Kaya dengan Harapan

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

629
Dr Arif Rahman, SPdI., MPdI

Dr Arif Rahman, SPdI., MPdI

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun segera berganti. Tentu, dalam perjalanannya, tak pelak, manusia melewati masa-masa, situasi, dan suasana dinamikanya yang begitu rupa. “Kadang mendaki, sulit sekali,” kata Arif Rahman, yang tidak sampai di situ saja dikatakan. “Kadang berjalan menurun, mulus sekali. Bahkan kadang mendatar atau stagnan,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan itu mengetengahkan, kehidupan ini tak akan berjalan ke belakang. Pun demikian halnya, juga tidak bisa diulang kembali karena mesin waktu terus bergerak maju ke depan.

“Masa lalu penuh dengan pengalaman. Masa sekarang kita hidup penuh dengan kenyataan, dan juga masa depan penuh dengan misteri dan juga harapan,” ungkapnya saat Khutbah Jumat di Masjid Noor Pakuningratan Yogyakarta, Jumat (26/12).

Di situlah titik temu introspeksi diri (muhasabah) menemukan urgensinya. Tepatlah muhasabah ini dilakukan. “Pada saatnya kita membutuhkan waktu untuk kita me-refresh kembali kehidupan kita,” menekankan, mesti ada transformasi dalam diri, perlahan setahap, namun pasti.

“Kalau hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia celaka. Kalau hari ini sama dengan hari kemarin, dia rugi. Kalau hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dialah adalah orang yang beruntung,” tegasnya.

Meski muhasabah tidak pakem harus di akhir tahun, tetapi dari muhasabah inilah kemudian, menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tampil menjadi lebih baik lagi. “Berusaha sebisa mungkin melakukan hal-hal yang terbaik dalam amalnya,” sambungnya, menyebut, yang dijalani di kehidupan ini, meski dikonstruksikan menjadi sesuatu hal yang distingtif.

“Jadikanlah kesempatan posisi kita untuk memberikan yang terbaik,” tutur Arif, yang juga Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Termasuk,di dalamnya cakupan spektrumnya, memobilisasikan kebaikan. Memang, kebaikan berimplikasi pada jangka panjang kehidupan setelah duniawi yang sesaat, tapi amat sangat meninabobokan, bahkan tergelincir olehnya. Karena itu, bertungkus lumus berbuat kebaikan merupakan keniscayaan, yang pada hasil akhirnya dapat menuai kemaslaharan.

“Maka, kalau dia berupaya untuk melakukan kebaikan, maka kebaikan itu untuk masa depannya. Bahkan sebaliknya, akan ada hari hisab di mana pada hari itu semua akan terukur,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebuah prestasi membanggakan kembali lahir dari rahim pendidi....

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

Berita

PURBOLINGGO, Suara Muhammadiyah – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Taman Cari Purbolinggo....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kotagede melalui Kantor Layanan....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

MANADO, Suara Muhamamdiyah – Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Sulawesi Utara (Sulut) mengge....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Pemanfaatan Musholla hanya semata-mata sebagai tempat melaksanakan....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah