TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tangerang menggelar kegiatan Silaturahim Syawalan pada Ahad, 29 Maret 2026, bertempat di Masjid PPM MBS Tangerang. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh santri, wali santri, serta civitas pondok.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah pasca Hari Raya Idul Fitri, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam lingkungan pesantren modern.
Acara dibuka oleh Mudir MBS Tangerang, Ust. Thoat Hamim, S.Th.I., M.IRKH., yang menekankan pentingnya silaturahim sebagai bagian dari pendidikan karakter santri.
Menurutnya, silaturahim bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan fondasi dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial.
“Silaturahim adalah kekuatan utama dalam membangun kebersamaan dan karakter santri. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Proyeksi Masa Depan Santri Berkemajuan”, yang disampaikan oleh Ust. Donny Hasibuan, M.A., Direktur PT. Asia Jasa Perdana sekaligus dosen ITB Ahmad Dahlan Jakarta.
Dalam pemaparannya, ia mengajak santri untuk memiliki visi besar dalam menghadapi masa depan.
“Santri masa kini harus siap menghadapi perubahan zaman. Mereka harus unggul dalam ilmu agama, sekaligus memiliki kompetensi global dan literasi teknologi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pesantren modern memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan Syawalan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara santri dan wali santri. Interaksi langsung dalam suasana penuh kehangatan memperkuat dukungan emosional dan spiritual bagi perkembangan santri.
Sinergi antara pesantren dan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk santri yang tidak hanya mandiri, tetapi juga memiliki keseimbangan emosional dan akhlak yang kuat.
