Memaknai Konsep Transfer Pahala

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

2405
Dr H Fuad Zein, MA

Dr H Fuad Zein, MA

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengajian Tarjih pada Rabu (6/11) menghadirkan Dr H Fuad Zein, MA, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengajian kali ini mengusung tema "Transfer Pahala dalam Perspektif Muhammadiyah".

Dalam pengajian tersebut, Fuad mengulas seputar apakah pahala kebaikan yang dilakukan seseorang dapat dihadiahkan kepada orang lain, terutama yang telah meninggal dunia. Menurutnya, setiap muslim yang melakukan amal kebaikan akan mendapatkan pahala dari Allah SwT. Sesuai dengan firman-Nya dalam surah Al-Zalzalah ayat 7: "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."

“Seseorang yang bersedekah kepada fakir miskin akan mendapat pahala atas amalnya. Seseorang yang berpuasa akan mendapat pahala atas puasanya. Pahala kebaikan yang telah dikantongi oleh orang beramal dapat dihadiahkan kepada orang lain. Seperti orang tua, orang yang masih hidup, atau orang yang sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Di sini muncul pertanyaan, apakah pahala tersebut bisa diberikan kepada orang lain? Merujuk Qs an-Najm ayat 39 bahwa seorang manusia hanya memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

“Ayat ini dipahami sebagai batasan bahwa seseorang hanya memperoleh manfaat dari amalnya sendiri,” tuturnya.

Di sisi lain, hadis Nabi juga menjelaskan jika orang sudah meninggal dunia, terputuslah semua amalnya. Kecuali sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Penjelasan ini diperkuat dengan sebuah riwayat di mana ada seseorang bertanya kepada Nabi apakah diperbolehkan menyedekahkan sesuatu atas nama ibunya yang sudah meninggal dunia. Nabi menjawab “ya.” 

Fuad menegaskan, anak diizinkan untuk bersedekah atas nama orang tua karena anak dianggap sebagai hasil usaha dari orang tua mereka. Sehingga kesimpulannya, Fuad menyambung, hanya sedekah atau amal anak yang memberi manfaat bagi orang tua yang sudah meninggal dunia. Sementara, di luar itu, pahala yang diniatkan untuk orang lain berdasarkan penelahaan dari ayat Al-Quran dan hadis, kemungkinan tidak akan sampai kepada mereka. (Lika/Azka)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Empat Pimpinan Cabang Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Nasyi'atul ‘Aisyiyah LAMTIM, Suara Mu....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah - Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Disaster Management Cente....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengaj....

Suara Muhammadiyah

17 June 2026

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba menggelar Rapat Senat Terbuka dal....

Suara Muhammadiyah

21 May 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara  berhasil  masuk  ....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah