Membangun Peradaban Berkemajuan Melalui Dakwah Kultural

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

1981
Pengajian Ramadan 1445 H

Pengajian Ramadan 1445 H

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Saad Ibrahim mengatakan, dakwah kultural dapat menjadi media berdakwah untuk membangun sebuah peradaban baru. Saad meyakini bahwa pandangan tentang peradaban dapat berangkat dari nilai-nilai ajaran Islam yang diyakini. Dan dari keyakinan itulah umat Islam memiliki modal penting untuk mengusung peradaban yang berkemajuan. Hal itu ia sampaikan pada hari kedua Pengkajian Ramadan 1445 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Selasa (19/3). 

Pada kesempatan yang sama, Syafiq A Mughni mengatakan bahwa dakwah kultural menjadi dokumen resmi bagi persyarikatan Muhammadiyah yang perlu ditinjau terkait sejauh mana konsep tersebut bisa diaplikasikan dalam situasi sekarang. Untuk menentukan bagaimana strategi dan metode dakwah yang dapat dilakukan, Syafiq menekankan pada transformasi sebagai tujuan dakwah. Ia mengatakan tentang pentingnya melihat perubahan. Bahwa masyarakat akan selalu mengalami perubahan dari suatu kondisi ke kondisi yang baru. 

“Masyarakat tidak bisa kita judge bahwa ini adalah model masyarakat islami. Sebuah masyarakat islami itu bukanlah sesuatu yang statis, bisa jadi suatu saat akan berubah. Ada masa menjauh dari nilai keislaman, ada masa lebih dekat dengan nilai Islam karena masyarakat Islam yang sebenar-benarnya mengambil banyak dimensi,” ungkap Syafiq. 

Kondisi yang terus berubah itu, dinilai Syafiq tidak bisa dibiarkan berubah secara natural dan alamiah, melainkan perlu direkayasa dalam rangka menuju keadaan yang ideal. Ketua PP Muhammadiyah tersebut menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Muhammadiyah terkait dakwah kultural. 

Pertama, pesan dakwah yang tidak hanya berkutat pada persoalan surga dan neraka. Kedua, menetapkan metode dengan memanfaatkan seluruh potensi manusia misalnya seni. Ketiga, sasaran dakwah yang perlu diperluas. 

Syafiq berpesan agar dakwah kultural Muhammadiyah tidak hanya berkutat di masjid dan lingkungan Muhammadiyah, tapi harus diperluas. Pernyataan ini didukung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod yang berpendapat bahwa Muhammadiyah memerlukan sekoci-sekoci kultural untuk menyebarkan dakwah Muhammadiyah. 

“Selain kerja struktural, perlu ada kerja kultural. Dalam konteks ini buat semacam sekoci-sekoci kultural di Muhammadiyah. Dulu, orang yang sama sekali bukan Muhammadiyah bisa merasa menjadi bagian dari Muhammadiyah. Maka strategi dakwah kultural perlu dilakukan secara masif,” ungkap Ma’mun. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - BPH PKU Kota Yogyakarta dan PKU Gamping Sleman Yogyakarta bekerja s....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah kembali menggelorakan Islam Wasathiyah atau Islam mode....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Berita

CILACAP, Suara- Muhammadiyah - Peresmian Masjid dan Markaz Assalam Kawunganten oleh Pimpinan Yayasan....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

KOTA LANGSA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

ACEH TENGAH, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Aceh memperkuat agenda pemu....

Suara Muhammadiyah

16 September 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah