Menata Jiwa Agar Hidup Tertata

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

1603
Sumber gambar: pixabay

Sumber gambar: pixabay

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA menghadiri Tabligh Akbar Makassar Islamic Fair, Selasa (20/8) di Wisma Negara  Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan.

Saad Ibrahim dalam Tabligh Akbar ini membahas tentang kehidupan. Menurutnya, kehidupan itu berkorelasi dengan harta dan jiwa. Terkait konteks jiwa, Saad meminta untuk menata jiwa agar tetap tersambung sampai kepada Allah SwT.“Lari kencanglah kepada Allah. Ada juga ayat bersegeralah pada ampunan dan surga Allah. Ini tidak terkait dengan fisik. Tentu ini harus kita tata dan arahkan. Maka, dua hal itu betul-betul menjadi bagian gerak jiwa kita,” katanya. 

Dalam khazanah Islam, ada sebuah ilmu yang dinamakan at-Tasawwuf. Yakni ilmu pengetahuan berkaitan dengan membersihkan jiwa atas tumpukan salah dan dosa yang pernah diperbuat. Karena manusia tidak pernah terlepas dari jeratan dua hal tersebut. “Supaya kita juga bisa diterima (pengampunan) oleh Allah SwT,” katanya. 

Menurut Saad at Tasawuf itu banyak mengandung penjelasan dari para ahli Tasawuf. Kandungan at Tasawuf ini mencakup dimensi spiritualitas yang bersumber pada ajaran Islam. Melalui at Tasawuf, jiwa manusia dibersihkan dari salah dan dosa lewat koridor at-Taubah (taubat). “Allah suka pada orang - orang yang bertaubat. dan Allah jauh lebih suka pada para pemuda yang bertaubat. Itu sekali lagi jauh lebih disukai Allah,” tuturnya.

Dipertegaskan oleh Saad bahwa setiap manusia tidak pernah lepas dari cengkraman kesalahan. Karena itu saad meminta untuk berefleksi seraya bertaubat agar jiwa manusia tidak ternodai dengan perbuatan yang jauh dari tarikan napas keislaman. “Jiwa kita tetap disandarkan kepada Allah perbanyak istighfar kepada Allah Swt. Ini adalah stasiun al-Maqom al-Awwal dan tidak gampang.,Karena sesungguhnya ketika kita berbalik jiwa kita tidak tertuju kepada Allah, tetapi menuju kepada kesesatan menuju kepada kesesatan itu tidak perlu diperintahkan pasti sangat cepat ( jiwa terkotori). sementara menuju kepada Allah itu tidak otomatis cepat,” jelasnya.

Orang yang jiwanya selalu bertaubat akan disayangi oleh Allah. Kemudian, jiwa mesti zuhud. Saad mengetengahkan, zuhud merupakan pikiran dan jiwa kita di lepaskan dari belenggu - belenggu duniawi. “ Jiwa kita lepaskan dari belenggu - belenggu duniawi dalam rangka perjalanan menuju kepada Allah dan bersandar sepenuhnya kepada Allah,” tegasnya. (Lika/ Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

BARRU, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Barru bersama Organis....

Suara Muhammadiyah

18 April 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (U....

Suara Muhammadiyah

4 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — ‘Aisyiyah terus mendorong terbukanya akses kerja yang l....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Darul Arqam Instruktur Nasyiatul 'Aisyiyah (DANA) III dan Latihan Instr....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah