Mencari Rahmat Allah di Balik Setiap Ujian Kehidupan

Suara Muhammadiyah

17 July 2026

115
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Di tengah masyarakat sering ada pertanyaan bagaimana memahami sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ketika manusia dihadapkan pada musibah, penderitaan, maupun berbagai ujian kehidupan?

Demikian pertanyaan Ustaz Ghoffar Ismail dalam Pengajian Khusus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Barat, Selasa (14/7) di Masjid Menayu Kulon Tirtonirmolo Barat, Kasihan, Bantul.

Menjawab munculnya pertanyaan tersebut Ghoffar menyatakan rahmat Allah tidak dapat dipahami hanya dari apa yang tampak di dunia, melainkan harus dilihat dalam bingkai iman, hikmah, dan tujuan akhir kehidupan manusia.

“Rahmat Allah harus didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu kekuasaan mutlak Allah (rububiyah), kehidupan dunia sebagai tempat ujian (darul ibtila'), dan hikmah Ilahi yang senantiasa mengandung kebaikan bagi hamba-Nya,” terang Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta itu.

Menurut Ghoffar, Allah memiliki sifat Ar-Rahman yang meliputi seluruh makhluk-Nya tanpa membedakan dan Ar-Rahim yang merupakan kasih sayang khusus yang dianugerahkan kepada hamba-hamba yang beriman dan bertakwa taat menjalani pertintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

“Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah (husnuzan), bersabar dalam menghadapi ujian, dan meyakini bahwa rahmat Allah senantiasa lebih luas dari pada apa yang mampu dijangkau oleh pandangan manusia,” lanjutnya.

Ghofar berpesan agar setiap muslim ketika diterpa musibah harus dijadikan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Menurutnya manifestasi sikap seorang mukmin diwujudkan melalui keimanan yang kokoh, lisan yang senantiasa beristirja' ketika mendapat musibah, serta amal berupa kesabaran dan rasa syukur dalam setiap keadaan.

“Sebagai umat Islam hendaknya senantiasa mencari rahmat Allah di balik setiap ujian kehidupan, bukan justru mencela rahmat-Nya karena musibah yang menimpa. Dengan demikian, setiap ujian yang dihadapi akan menjadi jalan menuju kedewasaan iman dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat,” pungkas Ghoffar.

Sementara, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, menambahkan, sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih) ibarat matahari yang menyinari semua orang, tidak membedakan latar belakang sosial, kaya-miskin, domisili tinggal, warna kulit, rajin salat ata malas salat, dan lain-lain, semua dapat sinarnya, dapat rezekinya, dan dapat nafasnya udaranya. Rahmat Allah yang umum itulah Kasih.

“Sedangkan Ar-Rahim (Maha Penyayang) itu ibarat pelukan istri kepada suami. Nggak semua orang dipeluk. Sayang Allah hanya untuk hamba yang mau dekat dengan Allah. Yang mau taat, sabar, memaafkan, berbuat baik kepada tetangga, menolong orang lain, yang mau salat, ngaji, jujur," terangnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KALIMANTAN BARAT, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Aula Ki Bagoes Hadikusumo kampus ITEKES Muhammad....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan menyelimuti Gedung Wanita Jepa....

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhi melaksanakan kegiatan seremonial Launching SPMB 2026/....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

Bidang Ilmu Strategi Pembelajaran, Ilmu Teknik Mesin dan Psikologi Umum SURAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 258 peserta ambil bagian dalam konferensi internasional Bali....

Suara Muhammadiyah

4 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah