Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bakal Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel

Suara Muhammadiyah

23 March 2026

546
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan akan menggelar Syawalan 1447 Hijriah pada Ahad, 29 Maret 2026, di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel. Agenda itu akan menghadirkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, yang saat ini juga menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. 

Kehadiran Abdul Mu’ti memberi arti tersendiri bagi Syawalan Muhammadiyah Sulsel tahun ini. Ia hadir bukan hanya sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, tetapi juga sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam konteks itu, kehadirannya menghadirkan pesan bahwa dunia pendidikan dan gerakan keagamaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang dalam membangun masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulsel, yang juga Kepala Humas Unismuh, Hadisaputra, saat dikonfirmasi Senin, 23 Maret 2026.

Bagi warga Muhammadiyah Sulsel, kata Hadi, kehadiran Abdul Mu’ti juga memiliki makna simbolik dan moral. Ia merepresentasikan perjumpaan antara tradisi intelektual Muhammadiyah dan tanggung jawab kebangsaan di tingkat negara. Karena itu, kehadirannya dalam Syawalan, menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada umat, penguatan amal usaha, dan ikhtiar memajukan pendidikan merupakan bagian dari panggilan yang sama. 

Syawalan di lingkungan Muhammadiyah, lanjut Hadi, dipahami sebagai momentum untuk merawat persaudaraan, mempertautkan kembali hubungan sosial setelah Ramadan, serta meneguhkan komitmen gerakan setelah sebulan penuh umat menjalani disiplin spiritual. 

"Dalam istilah yang lebih familiar, Syawalan ini dikenal dengan Halal Bi Halal. Secara historis, tradisi Halal Bihalal di Indonesia dirintis oleh Muhammadiyah, hal itu terungkap dalam dokumen Majalah Suara Muhammadiyah tahun 1924. Istilah itu baru populer di publik setelah kemerdekaan," tukas Hadi, yang juga Dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar. 

Oleh karena itu, lanjutnya, Syawalan bukan sekadar kebiasaan musiman, melainkan bagian dari ingatan sosial yang telah lama hidup dalam budaya Islam Indonesia dan ekosistem Muhammadiyah. 

Di titik itu, kata Hadi, Syawalan dapat dibaca sebagai jembatan antara kesalehan personal dan tanggung jawab sosial. "Ramadan mendidik manusia untuk menahan diri, membersihkan niat, dan melatih empati. Syawal lalu menjadi saat untuk menguji apakah latihan ruhani itu benar-benar berbuah dalam relasi sosial yang lebih hangat, dalam semangat saling memaafkan, dan dalam kesiapan membangun kehidupan bersama yang lebih baik" jelasnya. 

Pelaksanaan Syawalan, sambung Hadi, dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Penunjukan itu menandakan bahwa Unismuh merupakan salah satu simpul penting gerakan Muhammadiyah di Sulsel. 

Ia melanjutkan, dalam tradisi persyarikatan, kampus bukan hanya tempat berlangsungnya proses akademik, melainkan juga ruang kaderisasi, dakwah, dan konsolidasi sosial. Rekam jejak Unismuh yang kerap menjadi lokasi agenda-agenda strategis Muhammadiyah baik level nasional dan regional memperlihatkan posisi tersebut. 

“Unismuh Makassar siap menjadi penyelenggara Syawalan 1447 Hijriah PWM Sulsel. Ini momentum silaturahmi akbar warga Muhammadiyah Sulsel untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi, dan semangat berkemajuan setelah Ramadan,” ujar Hadi. 

Dalam Syawalan kali ini, Rektor Unismuh Dr Abd Rakhim Nanda didaulat sebagai ketua panitia. Sementara Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, dan Wakil Rektor II Dr Ihyani Malik menjadi sekretaris dan bendahara panitia. 

Menurut Hadi, Syawalan tahun ini diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang, yang terdiri dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se-Sulsel, unsur Organisasi Otonom, serta warga Muhammadiyah dari berbagai daerah. 

"Syawalan 1447 Hijriah Muhammadiyah Sulsel dapat dilihat sebagai peristiwa yang merangkum tiga hal sekaligus, tradisi, silaturahmi, dan konsolidasi gerakan," tutup Hadi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penerapan energi terbarukan menjadi salah satu pilar dalam men....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Berita

Mengangkat Produk Buatan Sendiri “EL CHICKEN” PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Pi....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Semangat dan motivasi adalah kunci dalam perjalanan pendidikan dan ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UM Bandung Sopaat Rah....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk menjawab dinamika perkembangan zaman dan revitalisasi microfi....

Suara Muhammadiyah

19 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah