Merawat Akar, Menyongsong Zaman: Rakor Digitalisasi di Klaten

Publish

9 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
53
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gading

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gading

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Sabtu siang itu, 7 Februari 2026, matahari Klaten sedang terik-teriknya. Namun di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gading, hawa yang terasa justru hangat oleh semangat. Jam menunjukkan pukul 13.00 WIB ketika satu per satu tamu berdatangan. Mereka yang datang terdiri dari utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Muhammadiyah se-Karesidenan Surakarta, jajaran tuan rumah dari PDM Klaten dan PRM Gading, serta perwakilan LPCR Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. 

Tema yang diusung siang itu terdengar sederhana namun sarat makna: Digitalisasi Cabang Ranting. Dua kata yang mungkin tampak teknis, tetapi sesungguhnya menyentuh urat nadi gerakan. Di tengah zaman yang serba daring dan bergerak cepat, cabang dan ranting tak lagi cukup hanya kuat di mimbar dan majelis; ia juga harus sigap di layar dan jaringan.

Acara dibuka dengan khidmat. Setelah pengantar dan sapaan, forum pun memasuki materi pertama. Prof. Dr. Suwarno, Ketua LPCR PWM Jawa Tengah, tampil menyampaikan gagasan tentang Strategi Pengembangan Cabang Ranting. Tuturnya tenang, namun isinya menggugah. Ia mengingatkan bahwa cabang dan ranting adalah akar. Dan akar yang sehat akan menguatkan batang serta merimbunkan daun. Namun akar pun perlu dirawat sesuai zaman.

Menurutnya, pengembangan cabang dan ranting hari ini tak bisa dilepaskan dari digitalisasi. Administrasi harus tertib dan terdokumentasi secara digital. Data jamaah, kegiatan, hingga potensi ekonomi perlu tercatat rapi, bukan sekadar tersimpan dalam ingatan atau lembaran yang mudah tercecer. “Yang tidak terdokumentasi,” kira-kira begitu semangatnya, “akan mudah dilupakan.” Maka digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan ikhtiar menjaga ingatan kolektif dan efektivitas gerakan.

Suasana forum terasa hidup. Para peserta mencatat, mengangguk, sesekali berbisik pelan mendiskusikan poin-poin penting. Ada kesadaran yang tumbuh bersama: bahwa transformasi digital bukan perkara gaya, melainkan kebutuhan.

Materi kedua disampaikan oleh Anshori dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM PP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga putra PRM Gading sendiri. Kehadirannya memberi warna tersendiri, seakan tuan rumah tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga gagasan. Ia berbicara tentang Kemandirian Ekonomi Cabang Ranting. Jika digitalisasi adalah alat, maka kemandirian ekonomi adalah daya tahan.

Anshori menegaskan bahwa cabang dan ranting yang kuat bukan hanya yang ramai kegiatannya, tetapi juga yang mandiri secara finansial. Amal usaha skala kecil, pengelolaan potensi jamaah, hingga pemanfaatan teknologi untuk promosi dan penggalangan dana menjadi bagian dari strategi yang perlu dipikirkan bersama. Cabang dan ranting tidak boleh selamanya bergantung; ia harus tumbuh sebagai simpul pemberdayaan.

Di titik ini, benang merah mulai terlihat jelas. Digitalisasi dan kemandirian ekonomi bukan dua hal terpisah. Justru keduanya saling menguatkan. Sistem keuangan yang transparan dan terdigitalisasi akan membangun kepercayaan. Media sosial dan platform digital dapat menjadi etalase amal usaha. Data yang rapi akan memudahkan perencanaan program ekonomi. Gerakan menjadi lebih terukur, lebih akuntabel, dan lebih berkelanjutan.

Memasuki sesi tanggapan, forum semakin hangat. Pertanyaan dan saran mengalir. Ada yang bertanya tentang kesiapan sumber daya manusia di tingkat ranting. Ada yang mengusulkan pelatihan teknis agar digitalisasi tidak berhenti pada wacana. Ada pula yang menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Diskusi berlangsung dinamis, namun tetap dalam suasana kekeluargaan.

Dari perbincangan yang mengalir selama dua setengah jam itu, forum sampai pada sejumlah kesimpulan penting. Pertama, digitalisasi disepakati sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kinerja cabang dan ranting Muhammadiyah. Bukan lagi pilihan tambahan, melainkan agenda strategis. Kedua, evaluasi program akan dilakukan secara berkala, empat kali dalam setahun, melalui Rapat Kerja tingkat wilayah dan tingkat karesidenan. Dengan begitu, setiap langkah dapat dipantau, setiap capaian dapat diukur, dan setiap kekurangan dapat segera diperbaiki.

Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sendiri akan dilaksanakan secara bergilir dari PDM ke PDM. Untuk periode ini, Klaten mendapat amanah sebagai tuan rumah, dengan PRM Gading menjadi tempat berlabuhnya pertemuan. Sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga diharapkan mampu menjadi contoh ranting yang dapat menjadi rujukan bagi cabang dan ranting lain untuk belajar.

Di penghujung acara, suasana terasa lebih ringan namun sarat harapan. Rapat ini bukan sekadar pertemuan administratif. Ia adalah penanda bahwa gerakan terus berbenah, membaca zaman, dan menyiapkan diri. Digitalisasi bukan berarti meninggalkan nilai lama, melainkan merawatnya dengan cara baru. Kemandirian ekonomi bukan semata soal angka, tetapi tentang martabat dan keberlanjutan.

Ketika jarum jam mendekati pukul 15.30 WIB, pertemuan ditutup. Para peserta bersalaman, bertukar gagasan, dan mungkin juga rencana-rencana kecil yang akan ditindaklanjuti sepulang dari Klaten. Di luar gedung, matahari masih bersinar. Namun di dalam benak mereka, ada cahaya lain yang menyala: tekad untuk membawa cabang dan ranting melangkah lebih pasti.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) 2024 memasuki babak Seleksi Wilayah ....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan kelasnya diti....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali me....

Suara Muhammadiyah

16 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Petani di berbagai wilayah terus menghadapi ancaman penurunan produ....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

Masih Menunggu Pengumuman Kelulusan UTBK SNBT? Tapi juga ingin coba mendaftar ke Universitas lain te....

Suara Muhammadiyah

13 May 2025