Merawat Persaudaraan Menjadi Tugas Kita Bersama

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1046
Muhammad Saad Ibrahim

Muhammad Saad Ibrahim

TANGERANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim mengatakan, agama Islam menempatkan posisi sentral umat Muslim sebagai umat yang bersaudara (al-ukhuwah al-islamiyyah). Kata al-ukhuwah di sini, menurut Saad, bermakna persaudaraan yang mengacu kepada persaudaraan dalam konteks nasab.

“Sekalipun demikian, itu juga digunakan untuk segala bentuk persaudaraan yang tidak berbasis secara langsung dengan garis nasab,” katanya saat Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Cabang Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad (13/4).

Kemudian, kata al-islamiyyah, dijadikan kata sifat untuk mensifati kata al-ukhuwah. Sehingga makna dari al-ukhuwah al-islamiyyah sebagai persaudaraan yang bersifat Islami. Dan persaudaraan yang nisbatkan kepada Islam.

“Iya, Islam mengajarkan persaudaraan. Atas dasar bahwa setiap manusia itu dalam pandangan Islam adalah baik. Semua orang itu baik. Hanya dengan pandangan seperti inilah relevan ungkapan tentang al-ukhuwah,” sebutnya.

Menurut Saad, ada pandangan yang bertolak belakang, bahwa manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya. Istilah ini dipopulerkan oleh Thomas Hobbes sebagai homo homini lupus.

“Serigala sifatnya menyerang. Sifatnya kemudian melenyapkan pihak lain. Pandangan yang seperti ini tidak bisa relevan dikaitkan dengan persaudaraan. Jadi dalam pandangan Islam, manusia itu baik. Didesign dengan yang baik, bahkan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim),” ungkpanya.

Bagi Saad, persaudaraan hanya bisa terbangun dengan baik bilamana mengintegrasikan petunjuk Al-Qur’an yang kemudian termanifes ke dalam laku sehari-hari. “Persaudaraan dapat terbangun kalau hati ini baik, termasuk baik kepada orang lain. Tidak usah ada hati yang sakit,” imbuhnya.

Spektrum persaudaraan dalam konteks Islamiyah tidak semata-mata terbatas hanya dengan sesama muslim. “Tetapi juga persaudaraan sesama umat manusia seluruhnya,” ujarnya.

Untuk itu, Saad mengajak agar persaudaraan harus dirawat dengan sungguh-sungguh. Sehingga ajaran luhur Islam itu tidak mengalami pemudaran.

“Persaudaraan membutuhkan silaturahmi, menyebarkan keselamatan, rahmat dan berkah. Dan untuk menjaganya perlu saling memberi dan saling menghadiahi. Semakin banyak memberi, maka akan semakin baik,” urainya. (Cris/Tia/N)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muchild) mengadakan kunjungan stud....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

THAILAND, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengikuti seran....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Banjarmasin bersama Bank Danamon Syariah melaksanakan....

Suara Muhammadiyah

14 March 2025

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah – Dunia saat ini tengah menghadapi perubahan realitas sosial yang ma....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Lazismu Pusat kembali menghadirkan program Kado Ramadhan denga....

Suara Muhammadiyah

3 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah