MESSI: Sutradara, Aktor, dan Seniman Sepak Bola yang Luar Biasa, Seperti Valentino Rossi di MotoGP

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

396
Lionel Messi

Lionel Messi

MESSI: Sutradara, Aktor, dan Seniman Sepak Bola yang Luar Biasa, Seperti Valentino Rossi di MotoGP 

Oleh: Buya Anwar Abbas 

Meskipun Piala Dunia belum berakhir, Lionel Messi sangat patut diapresiasi. Di samping berpeluang menjadi top skor Piala Dunia dengan torehan delapan gol dan empat assist hingga babak semifinal, yang lebih penting adalah keberhasilannya memimpin rekan-rekannya bangkit dari berbagai situasi sulit.

Lihat saja ketika Argentina menjalani laga hidup dan mati di babak 16 besar melawan Mesir. Argentina sempat tertinggal 0-2. Banyak pendukung Argentina sudah berputus asa karena melihat sisa waktu yang sangat sedikit. Rasanya mustahil Argentina mampu mengejar ketertinggalan tersebut. Namun, Messi, sebagai seorang sutradara sekaligus aktor di lapangan, mampu mengatur permainan dan menggerakkan rekan-rekannya. Pada akhirnya, Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Hal serupa terjadi pada pertandingan semifinal melawan Inggris. Meskipun Argentina terus melancarkan serangan, justru pada menit ke-55 gawang mereka dibobol Anthony Gordon sehingga Inggris unggul 1-0.

Para pendukung Argentina dibuat ketar-ketir karena hingga menit ke-85 gol penyama kedudukan belum juga tercipta. Beruntung, Messi dengan cerdik mengirimkan bola kepada Enzo Fernández yang berada beberapa meter di luar kotak penalti. Fernández menyambar umpan tersebut dengan tendangan keras yang gagal dihalau kiper Inggris. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Waktu normal 90 menit berakhir dan wasit memberikan tambahan waktu sembilan menit. Pada masa injury time itu, Argentina di bawah komando Messi terus menekan pertahanan Inggris. Hasilnya, pada menit ke-90+2 Lautaro Martínez menerima umpan matang dari Messi di depan gawang Inggris. Dengan mudah Martínez menanduk bola hingga mengubah skor menjadi 2-1 untuk Argentina.

Stadion pun bergemuruh. Pendukung Argentina bersorak kegirangan, sementara para pendukung Inggris terdiam. Ada yang menggigit bibir dan jari, ada pula yang tampak lesu karena mulai membayangkan tim kesayangan mereka akan tersingkir.

Meski demikian, para pemain Inggris tetap berusaha keras menyamakan kedudukan. Mereka terus menekan pertahanan Argentina hingga sang penjaga gawang pun ikut maju membantu serangan. Namun, semua usaha itu sia-sia. Peluit panjang akhirnya berbunyi, menandai berakhirnya pertandingan.

Demikianlah sepak bola. Ada yang menang dan ada yang kalah. Ada yang bersuka cita dan ada pula yang bersedih.

Saya adalah salah satu dari jutaan orang yang ikut bergembira karena Messi, pemain yang saya kagumi, berhasil membawa timnya meraih kemenangan. Seandainya nanti pada pertandingan final Messi tidak dapat tampil melawan Spanyol karena suatu alasan, mungkin saya tidak akan menyaksikan laga puncak tersebut. Bagi saya, Messi adalah seniman sepak bola yang memiliki daya tarik luar biasa.

Hal itu sama seperti Valentino Rossi di MotoGP. Bagi saya, Rossi adalah magnet MotoGP. Jika ia terjatuh dari motornya dan tidak dapat melanjutkan balapan, televisi pun akan saya matikan.

Begitulah karakter penonton yang beragam. Salah satu di antaranya adalah saya, yang lebih menikmati dimensi seni dalam olahraga. Saya senang melihat bagaimana indahnya Messi mengolah bola, meliuk-liuk melewati kepungan lawan, lalu dari sudut yang sangat sempit mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Demikian pula Valentino Rossi. Sangat indah menyaksikan bagaimana ia menyalip lawan-lawannya secara halus dan presisi di tikungan, kemudian memacu motornya dari belakang hingga akhirnya menjadi juara.

Tidak dapat dimungkiri, keduanya sama-sama luar biasa. Baik Messi maupun Valentino Rossi telah diakui dunia sebagai maestro sekaligus megabintang dalam cabang olahraga masing-masing.

Semoga Messi dapat kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut di podium kehormatan. Itulah impian yang tentu didambakan oleh setiap pemain sepak bola. 

Buya Anwar Abbas, pengagum dan pendukung Lionel Messi serta Valentino Rossi


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Sjafruddin Prawiranegara dan Motif Ekonomi yang Tidak Manusiawi  Oleh: Buya Anwar Abbas Setia....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Wawasan

Ketika Bisnis Menjadi Jalan Berbagi  Oleh: Leonita Siwiyanti, Dosen Prodi Manajemen Retail Uni....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Wawasan

Ada Apa Dengan Ekonomi Hijau? Oleh: M. Azrul Tanjung Sejatinya ekonomi hijau bertujuan meningkat....

Suara Muhammadiyah

29 August 2024

Wawasan

Ketika Bencana Terjadi, Hati Diuji Oleh: Mohammad Fakhrudin Ketika terjadi bencana, di antara kita....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Wawasan

Menunggu Sikap Tegas Negara dalam Ekspor Sumber Daya Alam  Oleh: Buya Anwar Abbas  Indon....

Suara Muhammadiyah

16 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah