SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-109 Aisyiyah, digelar kegiatan Temu Gagasan Perempuan Kota Sukabumi bertajuk “Suara Perempuan, Denyut Peradaban Kota” pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Gedung Islamic Center.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, dialog, dan penguatan peran perempuan dalam membangun Kota Sukabumi yang lebih maju, inklusif, dan berkeadaban. Acara dihadiri oleh pejabat publik Perempuan, nampak hadir Ketua Pengadilan Agama Kota Sukabumi Hj. Elis Marliani, S.Ag., M.H., Wakil Ketua DPRD Feri Sri Astrina, S.E., M.M., Kia Florita istri Wakil Wali Kota Sukabumi, para tokoh perempuan, ketua dan pimpinan organisasi perempuan, akademisi, aktivis sosial, mahasiswa serta berbagai komunitas perempuan di Kota Sukabumi.
Dialog diawali dengan penyampaian gagasan PD Aisyiyah Kota Sukabumi oleh Shanty Septiani, MM. (Wakil Sekretaris PD Aisyiyah) selaku pemantik dengan moderator Dr. Asti Sri Mulyanti, MH. Mengusung semangat bahwa “Perempuan bukan sekadar pelengkap, tetapi denyut kehidupan dan penggerak perubahan,” forum ini menghadirkan berbagai gagasan tentang pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan, dan penguatan keluarga.
Bergulir dialog para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias melalui sesi diskusi, sharing gagasan, dan deklarasi semangat perempuan untuk Kota Sukabumi yang lebih inklusif dan berkemajuan.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi Dr. H. Yana Fajar FY. Basori, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang intelektual dan sosial bagi perempuan Kota Sukabumi. Menurutnya, pembangunan kota yang berkeadaban membutuhkan keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Perlu mendorong agar APBD Pemkot Sukabumi pro Perempuan dan anak.
“Perempuan memiliki kekuatan moral, sosial, dan pendidikan yang sangat besar. Ketika perempuan diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembangunan, maka lahirlah masyarakat yang lebih sehat, harmonis, dan berkemajuan,” ungkapnya.
Ia juga berharap forum ini mampu melahirkan kolaborasi nyata antar komunitas perempuan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan lain, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi Dr. Hj. Amalia Nur Milla, MP. menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) dengan Ketua Dr. Dian Purwanti, M.AP. sebagai PIC kegiatan ini, Aisyiyah secara intelektual sangat mendorong munculnya gagasan sebagai aspirasi yang akan disampaikan kepada Lembaga Legislatif dan Eksekutif untuk dapat diimplementasikan dalam kebijakan yang pro Perempuan dan anak untuk mewujudkan kota Sukabumi yang lebih maju.
Selain dialog dan penyampaian inspirasi perempuan, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat jejaring perempuan, membangun kolaborasi lintas komunitas, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan sosial dan peradaban kota.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan di ruang domestik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menghadirkan perubahan yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Perempuan adalah sekolah pertama bagi peradaban. Ketika perempuan berdaya, berilmu, dan bergerak bersama, maka kota akan tumbuh dengan hati, nilai, dan kemanusiaan. Temu gagasan ini menjadi ruang untuk saling menguatkan dan membangun kolaborasi demi Kota Sukabumi yang lebih berkemajuan,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa Milad ke-109 Aisyiyah bukan sekadar peringatan usia organisasi, tetapi momentum memperkuat kontribusi nyata perempuan dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. (diko)

