Mitigasi Serangan Jantung Saat Olahraga, Kenali Screening Kesehatan

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

1333
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ​Olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kesadaran masyarakat untuk berolahraga semakin tinggi. Munculnya berbagai event olahraga masyarakat, seperti lari yang saat ini sedang populer, membuktikan fenomena ini. Berolahraga mempunyai beragam manfaat, diantaranya adalah menurunkan resiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko dan angka kematian kanker payudara, menurunkan resiko kanker usus besar, mencegah kepikunan, menurunkan resiko stroke, mencegah perkembangan penyakit diabetes, dan mencegah depresi. 

Dalam beberapa kasus, serangan jantung bisa terjadi saat olahraga. Hal ini terangkat dalam webinar Ngaji Olahraga bertajuk Mengenali Batas Kemampuan Jantung dalam Olahraga yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Kamis (23/1/25). Sebanyak 100 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia antusias mengikuti pemaparan materi dari Muhammad Ikhwan Zein, dokter spesialis olahraga. Muhammad Ikhwan Zein merupakan dokter olahraga yang pernah berkarier di Amsterdam UMC-AFC Ajax Amsterdam, dosen Fakultas Kedokteran UNY, Asian Football Federation Medical Officer, dan dokter kontingen Indonesia di berbagai event olahraga internasional.

“Studi epidemologi menunjukan bahwa penyebab serangan jantung pada olahragawan umumnya terbagi dua. Pertama memiliki kelainan jantung bawaan dan kedua penyakit jantung koroner. Serangan jantung akibat adanya kelainan bawaan biasanya dialami olahragawan di bawah tiga puluh lima tahun, menjalani olahraga kompetitif, dan kebugaran fisik baik,” ujar Muhammad Ikhwan Zein, yang menamatkan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. 

Muhammad Ikhwan Zein menambahkan bahwa untuk mencegah serangan jantung maka perlu mengadakan screening kesehatan. Ini bisa dilakukan dengan pemetaan resiko. Pertama adalah resiko tinggi yaitu terdiagnosis penyakit jantung pembuluh darah paru-paru atau metabolik. Ini cirinya adalah nyeri dada khas iskemia, nafas pendek saat istirahat/olahraga ringan, pingsan dan berkunang-kunang, nyeri otot yang biasanya betis dan tungkai ketika beraktivitas dan hilang ketika istirahat, bengkak tungkai, berdebar-debar,  denyut nadi > 100x mnt, dan mudah lelah/nafas pendek saat aktivitas sehari-hari.

Kedua adalah resiko sedang jika ada lebih atau sama dengan memiliki dua faktor dan resiko rendah jika memiliki satu atau tidak ada faktor berikut, usia laki-laki lebih dari 45 tahun, Perempuan lebih dari 55 tahyn, Riwayat keluarga meninggal karena penyakit jantung, hipertensi, perokok aktif atau berhenti kurang dari enam bulan, gangguan profil lemak, pra diabetes, obesitas, dan sedentary dalam tiga bulan terakhir.

Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto saat memberikan pengantar menyatakan bahwa Ngaji Olahraga telah menjadi kegiatan rutin dari LPO PP Muhammadiyah dalam kajian olahraga berkemajuan dan sekaligus sebagai syiar dakwah di bidang olahraga. (FJ)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Dr. Aslam Nur, MA resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

30 January 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Menjadi sarjana bukan sekadar menyelesaikan rangkaian perkuliaha....

Suara Muhammadiyah

10 September 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah –  Peluncuran Beasiswa MBS Zam-Zam untuk biaya pendidikan pa....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Innalilahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat M....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah – Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di Kom....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah