Mitigasi Serangan Jantung Saat Olahraga, Kenali Screening Kesehatan

Publish

24 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
710
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ​Olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kesadaran masyarakat untuk berolahraga semakin tinggi. Munculnya berbagai event olahraga masyarakat, seperti lari yang saat ini sedang populer, membuktikan fenomena ini. Berolahraga mempunyai beragam manfaat, diantaranya adalah menurunkan resiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko dan angka kematian kanker payudara, menurunkan resiko kanker usus besar, mencegah kepikunan, menurunkan resiko stroke, mencegah perkembangan penyakit diabetes, dan mencegah depresi. 

Dalam beberapa kasus, serangan jantung bisa terjadi saat olahraga. Hal ini terangkat dalam webinar Ngaji Olahraga bertajuk Mengenali Batas Kemampuan Jantung dalam Olahraga yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Kamis (23/1/25). Sebanyak 100 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia antusias mengikuti pemaparan materi dari Muhammad Ikhwan Zein, dokter spesialis olahraga. Muhammad Ikhwan Zein merupakan dokter olahraga yang pernah berkarier di Amsterdam UMC-AFC Ajax Amsterdam, dosen Fakultas Kedokteran UNY, Asian Football Federation Medical Officer, dan dokter kontingen Indonesia di berbagai event olahraga internasional.

“Studi epidemologi menunjukan bahwa penyebab serangan jantung pada olahragawan umumnya terbagi dua. Pertama memiliki kelainan jantung bawaan dan kedua penyakit jantung koroner. Serangan jantung akibat adanya kelainan bawaan biasanya dialami olahragawan di bawah tiga puluh lima tahun, menjalani olahraga kompetitif, dan kebugaran fisik baik,” ujar Muhammad Ikhwan Zein, yang menamatkan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. 

Muhammad Ikhwan Zein menambahkan bahwa untuk mencegah serangan jantung maka perlu mengadakan screening kesehatan. Ini bisa dilakukan dengan pemetaan resiko. Pertama adalah resiko tinggi yaitu terdiagnosis penyakit jantung pembuluh darah paru-paru atau metabolik. Ini cirinya adalah nyeri dada khas iskemia, nafas pendek saat istirahat/olahraga ringan, pingsan dan berkunang-kunang, nyeri otot yang biasanya betis dan tungkai ketika beraktivitas dan hilang ketika istirahat, bengkak tungkai, berdebar-debar,  denyut nadi > 100x mnt, dan mudah lelah/nafas pendek saat aktivitas sehari-hari.

Kedua adalah resiko sedang jika ada lebih atau sama dengan memiliki dua faktor dan resiko rendah jika memiliki satu atau tidak ada faktor berikut, usia laki-laki lebih dari 45 tahun, Perempuan lebih dari 55 tahyn, Riwayat keluarga meninggal karena penyakit jantung, hipertensi, perokok aktif atau berhenti kurang dari enam bulan, gangguan profil lemak, pra diabetes, obesitas, dan sedentary dalam tiga bulan terakhir.

Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto saat memberikan pengantar menyatakan bahwa Ngaji Olahraga telah menjadi kegiatan rutin dari LPO PP Muhammadiyah dalam kajian olahraga berkemajuan dan sekaligus sebagai syiar dakwah di bidang olahraga. (FJ)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo....

Suara Muhammadiyah

10 December 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiiyah - Kedzaliman Zionis di Jalur Gaza, Palestina yang membombardir pumukiman ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam pada bulan Ramadhan menjadi momentum untuk menambah keta....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pernikahan adalah momen yang penuh makna dalam kehidupan setiap pas....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Pengajian Bakda Ramadan yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024