Muhammadiyah Bukan Organisasi Politik, tapi Organisasi Dakwah

Publish

23 February 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
2279
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Prof Dr H Syafiq A Mughni, MA

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syafiq A Mughni, MA

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syafiq A Mughni, MA mengatakan Pemilu 2024 yang baru saja dihelat mengalami hiruk-pikuk. Oleh karena itu, Syafiq meminta agar jangan sampai mendistorsi Muhammadiyah. Sebab karakteristik Muhammadiyah bukan organisasi politik, tetapi organisasi dakwah amar makruf nahi mungkar.

“Sebagai gerakan dakwah, saya kira kita akan terus mengingat ini sebagai karakteristik dari Muhammadiyah,” ujarnya dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah dengan tema “Konsolidasi Dakwah Muhammadiyah Pasca Pemilu 2024,” Jumat (23/2).

Meskipun bukan organisasi politik, namun Muhammadiyah senantiasa mengingatkan agar menjalankan politik harus berlandaskan moral dan etika. Dalam kerangka Muhammadiyah, ini termasuk bagian dari perwujudan dakwah. Dakwah Muhammadiyah tidak sekadar berkhidmat untuk umat, tetapi berkhidmat untuk bangsa dan kemanusiaan universal.

“Supaya kita tidak mengalami disorientasi, kita harus benar-benar memahami peran Muhammadiyah. Yang menganggap politik itu penting, dan karena itulah maka harus ada landasan moral dan etika di dalamnya. Sebab kalau tidak, maka itu akan berlawanan dengan tujuan dakwah,” sebutnya.

Bagi Syafiq, politik sebagai upaya untuk meraih kekuasaan. Sementara, dakwah sendiri sebagai usaha untuk mencerahkan kehidupan masyarakat. “Maka, janganlah sampai keterlibatan kita di dalam politik baik praktis maupun politik yang non-praktis kemudian mengabaikan tujuan-tujuan dari dakwah,” katanya.

Syafiq menuturkan dengan melihat hiruk-pikuk masyarakat di Pemilu 2024, maka penting mengkonsolidasi agar jangan sampai Muhammadiyah kehilangan arah dan melupakan tugas dakwah di akar-rumput.

“Ini sekalipun sangat besar maknanya, tetapi tidak selalu mudah dilakukan. Bagaimana kita (Muhammadiyah) berjuang untuk mencerahkan karena melihat bahwa Pemilu tidak hanya pesta demokrasi, tetapi juga harus dijadikan sebagai pendidikan politik,” jelasnya.

Syafiq mengingatkan agar jangan sampai terninabobokan oleh Pemilu 2024 dengan berpesta pora melampaui, lalu melupakan pengejawantahan pendidikan politik. Sebab, menurutnya pendidikan politik itu sangat penting.

“Jadi kalau kita hanya bersenang-senang dengan Pemilu ini dan kemudian kita melupakan Pemilu sebagai momentum untuk melakukan pendidikan politik, maka di situlah tujuan-tujuan dakwah akan mengalami kendala,” tandas Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur ini. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suasana semarak dan penuh semangat tampak di SMP Muhammadiyah Progra....

Suara Muhammadiyah

31 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Rafa....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (AMM Kalteng), meng....

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu)....

Suara Muhammadiyah

10 April 2025

Berita

Metro, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ( PWM ) Provinsi Lampung, Prof. Dr. ....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah