TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus mendorong transformasi tata kelola organisasi melalui pengembangan platform digital terpadu bertajuk Satu Data Muhammadiyah (SATUMU). Platform berbasis website ini dirancang sebagai fondasi sistem satu data yang terhimpun dalam Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), guna mendukung administrasi persyarikatan dari tingkat pusat hingga ranting.
Melalui DOM, berbagai layanan organisasi diintegrasikan dalam satu sistem, mulai dari data keanggotaan, pengelolaan iuran, hingga layanan administratif lainnya. Kehadiran SATUMU diharapkan mampu memperkuat Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang tertib administrasi, transparan, dan memiliki dampak luas bagi umat.
Sebagai bagian dari upaya implementasi sistem tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan melalui MPI dan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SATUMU. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Jalan Suryakencana No. 29, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan.
Bimbingan teknis (bimtek) berlangsung selama satu hari penuh ini diikuti oleh PDM, PCM, PRM perwakilan MPI dan LPCRPM Kota Tangerang Selatan, serta para pengelola data (admin) dari tingkat cabang dan ranting. Adapun yang bertindak sebagai mentor adalah Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Tim LabsMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan ini bertujuan mendorong perubahan tata kelola organisasi dari sistem manual menuju sistem digital terpadu. Selain itu, bimtek ini juga menjadi sarana edukasi praktis bagi para admin di tingkat cabang dan ranting agar mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan. Data yang akurat dinilai menjadi basis penting untuk pemetaan potensi wilayah, distribusi kader, serta optimalisasi pengelolaan iuran anggota.
Dalam pemaparannya, Masruri Wakil Ketua PDM Kota Tangerang Selatan menjelaskan bahwa secara organisatoris SATUMU memberikan manfaat besar bagi persyarikatan. Melalui sistem ini, pimpinan daerah, cabang, hingga ranting dapat mengetahui secara pasti data organisasi dari jumlah anggota yang telah memiliki E-KTAM, daftar pengurus, laporan iuran anggota dan masih banyak lagi.
SATUMU juga terintegrasi dengan aplikasi MASA yang dapat diakses langsung oleh anggota. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur personal, seperti pendaftaran E-KTAM, pengingat jadwal salat, akses Al-Qur’an digital, serta informasi dan berita terkini seputar kegiatan Muhammadiyah. Seluruh layanan tersebut terhimpun dalam satu aplikasi.
Lebih lanjut, SATUMU mendukung proses pendaftaran KTA elektronik (e-KTA). Anggota baru dapat mendaftar secara mandiri melalui aplikasi, sementara anggota yang sudah memiliki KTA lama diarahkan untuk melakukan migrasi data ke sistem keanggotaan digital yang terintegrasi.
Dalam Sambutan Ketua LPCR PDM Tangerang Selatan, Muhammad Dwi Fajri menyampaikan SATUMU ini bukan hanya sekedar kita harus beradaptasi dengan teknologi tapi menunjukan satu arah baru pola dakwah Muhammadiyah dan harus disadari oleh semua warga Persyarikatan.
SATUMU ini bukan hanya sekedar kita harus beradaptasi dengan teknologi tapi menunjukan satu arah baru pola dakwah Muhammadiyah dan harus disadari oleh semua warga Persyarikatan
Dalam hal pengelolaan keuangan, anggota diwajibkan membayar infak sebesar Rp15.000 per bulan melalui aplikasi MASA yang terhubung dengan layanan WhatsApp. Infak tersebut kemudian dihimpun oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan didistribusikan satu kali dalam setahun dengan skema pembagian yang telah ditetapkan, yakni 15 persen untuk tingkat daerah, 25 persen untuk cabang, dan 45 persen untuk ranting.
Distribusi infak dilakukan melalui rekening Bank Danamon Syariah, sesuai kerja sama resmi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bank tersebut mengelola pembukaan rekening bagi tiap tingkatan organisasi, mulai dari wilayah hingga ranting.
Ke depan, para peserta bimtek diharapkan dapat menjadi mentor bagi cabang dan ranting yang belum mengikuti pelatihan, sehingga implementasi SATUMU dapat berjalan lebih merata dan optimal di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.
Dengan terselenggaranya Bimtek SATUMU ini, Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Transformasi tata kelola digital bukan sekadar perubahan sistem, melainkan ikhtiar strategis untuk memperkuat tertib organisasi, akurasi data, serta pelayanan kepada anggota. Melalui kolaborasi berkelanjutan dan pendampingan yang merata, SATUMU diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi Muhammadiyah dalam membangun organisasi yang modern, transparan, dan berdaya guna bagi umat serta bangsa. (Farah/Ahsan)

