Muhammadiyah Luncurkan Program Masa Depan di Miladnya ke-113

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

740
Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah (17/11)

Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah (17/11)

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Konsolidasi menjadi ajang penting bagi Muhammadiyah untuk memperkuat serta memperluas jangkauan dakwahnya kepada seluruh elemen masyarakat. Sehari menjelang resepsi Milad ke-113, Muhammadiyah menyelenggarakan konsolidasi secara nasional yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) pada Senin, 17 November 2025. 

Dalam konsolidasi tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaunching beberapa  program unggulan sebagai hadiah Milad ke-113 Muhammadiyah. Salah satunya adalah Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah  yang berada di atas tanah seluas 3 hektar di Bogor. Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah adalah pesantren modern setingkat SMA yang mengintegrasikan pendidikan agama, sains-teknologi, dan kesadaran ekologis dalam satu sistem pendidikan terpadu. 

Pesantren ini berkomitmen melahirkan generasi smart, progressive, and sustainable. Generasi yang beriman kuat, berakhlak mulia, memiliki kemampuan berpikir kritis, menguasai sains dan teknologi, berdaya saing global serta memiliki karakter kepemimpinan dan kepedualian terhadap keberlanjutan alam dan lingkungan. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam testimoninya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ustaz Fauzi yang telah mewakafkan tanahnya kepada Muhammadiyah seluas 3 hektar di Bogor. 

“Apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz Fauzi. Tanpa banyak kalam, tapi beramal nyata,” ucap Guru Besar Sosiologi UMY tersebut. 

Tak hanya itu, untuk memperkuat peforma pesantren dalam mengarungi era perubahan yang sangat massif. Di waktu yang bersamaan, Muhammadiyah juga melaunching Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUMP). Dalam prosesi Konsolnas, PP Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah untuk menyiapkan tenaga pengajar yang akan mengabdi di pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia. 

Dalam video pengantar dijelaskan bahwa PUPM merupakan kerja sama antara Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA), dan Lazismu. PUPM lahir dari kebutuhan besar yang telah diantisipasi sejak Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar, yang mendorong percepatan pendirian pesantren Muhammadiyah. 

Hingga kini, PUPM telah berjalan di empat PTMA: Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Haedar berharap, melalui program ini, seluruh pesantren milik Muhammadiyah dapat meningkatkan performancenya sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Ia pun mendorong kurikulum yang diterapkan di pesantren Muhammadiyah dapat diaplikasikan secara konsisten. 

“Harapannya ini bisa dilakukan dengan serius di tengah banyaknya kritik di dunia pesantren. Mudah-mudahan ini menjadi program masa depan Muhammadiyah,” tutupnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) melalui Program Pengabdian ....

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Yuk, saatnya mengisi Ramadan dengan pengalaman belajar yang beda dan b....

Suara Muhammadiyah

11 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Poli....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke SMPN 4 Bekasi untuk meninjau pen....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar k....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah